Cara sederhana menghitung kebutuhan Baja Ringan

Cara sederhana menghitung baja ringan yang digunakan biasanya memakai rumus cosinus. Seperti :

A. Atap Pelana

Atap Pelana ialah model tipe atap rumah yang memiliki sisi miring hanya dibagian samping.

Samping kanan dan kiri segitiga adalah sisi yang di hitung, yang garis bawah hitam adalah oversteck atau gimbalan ( Biasanya ke depan dan ke samping, berarti ada 4 oversteck ) dan segitiga yang berwarna adalah gewel yang biasanya terbuat dari bata, sedang garis putih ditengah segitiga adalah tinggi gewel

Untuk cara perhitungannya :

Ketahui  tinggi segitiga atau gewel, biasanya untuk rumah pribadi. Untuk mengetahui tinggi gewel digunakan rumus 1/3 lebar + oversteck.

Misal rumah 7 m x 11 m dengan overstect 0,5 m disetiap sisi. Karena ada sisi depan dan belakang dan samping ada 2 yakni kanan dan kiri jadi.

7 + 0.5 + 0.5 = 8 m

11 + 0.5 + 0.5 = 12 m

Tinggal kita cari tinggi gewel

1/3 dari 8 adalah 2.66 m atau dengan cara menghitung dengan derajat

1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = 2.4 m

Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang 2.4 m

Hitung sisi miring gewel / segitiga

( 2.4 x 2.4 ) + ( 4 x 4 ) = 5.76 + 16 = 21.76 akar kuadrat 21.76 = 4.66 m

Penjelasan :

( 2.4 x 2.4 ) adalah tinggi gewel / segitiga ( gewel x gewel )

( 4 x 4 ) adalah setengah alas segitiga dikalikan sama ( Sa x Sa )

Sa = Setengah Alas

Tinggal dikalikan.

Sisi miring gewel x panjang rumah = ( 4.66 m x 12 m ) x 2 = 111.84

Total Luas Rumah adalah 111.84


 

Misal

Misalkan rumah diatas jarak kuda – kuda adalah 120 =1.2 m maka c yang dibutuhkan untuk membuat kuda – kuda adalah

Panjang rumah tanpa oversteck = 11 maka panjang dibagi jarak kuda – kuda= 11m / 1.2m = 9

9 x 4.66 ( sisi miring ) =41.94 ada dua sisi jadi dikali 2 maka 41.94 x 2 = 83.88

Ada sisi tumpuan kuda – kuda mengikuti lebar bangunan 8 x 9 = 72

Ada yang disebut cremona ( yang ada ditengah segitiga / gewel )

Dalam kasus ini kita asumsikan 14 m per kuda – kuda karena ada 9 jadi kita kalikan 9 x 14 m = 126

Sekarang tambahkan 83.88 + 72 + 126 = 281.88

Setiap C atau usuk yang dibeli dipasaran memiliki panjang 6 m. Jadi  281.88 atau kita bulatkan 282 / 6 = 47 C


 

Reng biasanya mengikuti jarak dari genteng.

Misalkan kita menggunakan Genteng beton flat, maka jarak Genteng flat yang umum saat ini sekita 0.32 m atau 32 cm.

Panjang bangunan adalah 12 m dan lebar pada suatu sisi adalah 4.66. Jadi kurang lebih begini perhitungannya 4.66 m x 0.32 m = 14,56 x 12 x 2 sisi = 394.44

Untuk reng panjangnya sama dengan C yakni 6 m per batang. Kita kalkulasi sekarang.

349.44 / 6 = 58.24 dibulatkan jadi 59 batang


Kita akan membandingkan perhitungan yang diatas dengan menggunakan perhitungan ini :

Panjang x lebar = 7 m + oversteck x 11 m + oversteck dengan 30 derajat. perhitungan hanya dengan mengalikan panjang x lebar / 30 derajat jadi  8 m x 12 m = 96 m2 : 0.866 = 110.85 m2

cosinus 30 = 0.866

cosinus 35 = 0.819

cosinus 40 = 0.766

cosinus 45 = 0.707

Mari kita gunakan rumah yang sama dengan diatas :

Panjang 11 m dan lebar 7 m dengan overstect 0.5 m setiap sisi dan dengan 30 derajat

Perhitungannya : 12 x 8 m x 1.3 = 124.80 m2


B. Atap Jurai

Sebenarnya hampir sam untuk perhitungan rangka atap model jurai ( Miring )

Talang Jurai

Pertama kali yang harus kita hitung ialah luas segitiga dan trapesium

Kita samakan panjang dan lebar dari bangunan diatas ialah 7 m x 11 m dengan oversteck 0.5 disetiap sisi dan ketinggian 30 derajat. maka perhitungannya seperti ini :

Sisi miring bangunan tersebut ialah 4.66 m jadi bisa kita simpulkan jurai  depan, jurai belakang, jurai kanan dan jurai kiri adalah 4.66 m2


 

Sekarang kita cari luas segitiga

Luas segitigan ada si sisi 2 dan 4

Rumus luas segitiga adalah 1/2 alas x tinggi

Tinggi dalam hal ini diambil alih oleh jurai. jurai yang dihitung tadi ketemu 4.66 sedangkan panjang bentangan ( Luas Rumah ) 8 m jadi 4 x 4.66 karena ada 2 sisi maka 18.4 x 2 = 37.28 m2


 

Luas Trapesium kita hitung dengan hitungan yang sama yaitu :

( Panjang bawah + panjang atas) / 2) x panjang jurai

Panjang bawah otomatis panjang bangunan + oversteck sedangkan panjang atas ( tengah ) yaitu panjang bangunan – lebar

12 m – 8 m = 4 m

Jadi (( 12 + 4 m)/2) x 4 .66 m x 2 74.56m2

Luas total adalah luas trapesium + luas semua segitiga =

74.56 m2 + 37.28 m2 = 111.84 m2

Semoga Informasi ini berguna buat anda


 

Ingat Bahwa setiap pemasangan baja ringan memerlukan perhitungan dan pemasangan yang tepat agar tidak menimbulkan runtuhnya atau patah terhadap baja ringan.


 

 

 

 

 

Perbedaan Bahan COLORBOND, ZINCALUME, GALVALUME, DAN COLORBOND

COLORBOND G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis warna Clean COLORBOND adalah produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang, memiliki daya tahan yang kuat dan tersedia dalam berbagai macam warna yang menarik.Baja lapis warna Clean COLORBOND dibuat dengan menggunakan baja lapis  ZINCALUME sebagai bahan dasar, yang mengandung seng dan aluminium dalam lapisannya yang memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi.Pertama tama, baja tersebut dilapisi oleh lapisan konversi (Conversion coat). Lapisan ini berguna sebagai lapisan pengikat antara permukaan baja dan lapisan cat di atasnya untuk mencegah terjadinya pengelupasan cat. Setelah itu, dilapisi oleh lapisan primer. Lapisan primer ini berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk mencegah terjadinya korosi. Terakhir baru dilapisi dengan lapisan cat warna. Proses pengecatan sampai selesai dikontrol dengan komputer untuk mencegah perubahan warna yang dapat terjadi pada produk Clean COLORBOND yang digunakan dalam beberapa waktu yang lama. Dalam menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada formulasi lapisan dapat dirubah. Hal inilah yang membuat baja lapis warna Clean COLORBOND dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi dan lingkungan.

ZINCALUME G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis ZINCALUME merupakan baja lembaran lapis logam paduan dengan komposisi 55% Aluminium dan 45% Seng. Komposisi ini memberikan perlindungan yang prima sehingga baja ini cocok untuk berbagai aplikasi bangungan dan manufaktur. Dengan biaya yang setara, baja lapisZINCALUME memberikan usia pakai 2 hingga 6 kali lebih lama dibandingkan dengan baja lapis Galvanis pada aplikasi yang sama. Baja lapis  ZINCALUME memiliki lapisan resin jernih yang membuat permukaannya mudah di cat, mencegah goresan dan bercak tangan. Bersamaan dengan itu lapisan pasivasinya menjamin permukaannya yang keperak-perakan tetap terjaga. Tampilannya yang mengkilap memberikan daya pantul cahaya dan panas yang tinggi. Daya tahan panasnya mencapai 315 derajat celcius tanpa mengalami perubahan warna pada permukaannya, sehingga sangat cocok dipergunakan untuk atap bangunan anda.
GALVALUME
GALVALUME adalah singkatan dari GALVANIS dan ALUMINIUM
Bahan GALVALUME merujuk pada material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Untuk galvalum finishing coatingnya terdiri dari: 55% aluminium, 43,5% zinc dan 1,5% silikon.
Material baja ringan galvalum inilah yang popular dengan sebutan zincalume, salah satu merek dagang Bluescope Steel Ltd, rodusen baja ringan dengan lapisan Zinc dan Aluminium.
Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan Galvanis.
GALVANIS
GALVANIS adalah istilah untuk BAJA RINGAN yang diberi lapisan seng (zinc). Sedangkan galvanisasi merupakan  proses aplikasi pelapisan seng pelindung pada baja. Untuk galvanis finishing coatingnya terdiri dari: 98% zinc dan 2% alumunium. Lapisan tersebut ditujukan untuk mencegah galvanis korosi dan berkarat.
Galvanisasi dengan produk akhirnya yang sering disebut sebagai GALVANIS, melibatkan proses elektrodeposisi dan elektrokimia, metode yang paling lazim digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, dimana bagian-bagian baja direndam dalam bak seng cair.
Metode galvanisasi ini sudah dilakukan sejak abad ke 19, dan dipatenkan di Paris oleh Stanislas Sorel di tahun 1837. Istilah galvanis sendiri diambil dari nama seorang ilmuwan berkebangsaan Italia Luigi Galvani.
Ada 3 metode pengujian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan baja lapis dalam menghadapi korosi :
1. UJI PENYEMPROTAN LARUTAN GARAM (Salt Spray Testing)
Pengujian laboratorium ini dilakukan dengan mengacu kepada metode pengujian ASTM B117 dan AS 1580. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 2000 jam disemprot oleh larutan garam, ZINCAKUME steel tetap memiliki tampilan yang jauh lebih baik di bandingkan dengan baja galvanis yang disemprot larutan garam walaupun hanya selama 240 jam saja!
2. UJI WILAYAH PANTAI (Severe Marine Exposure)
Setelah 6 tahun diuji dengan terkena cahaya langsung di wilayah pantai Bellambai Point, Baja galvanis sudah sangat kentara kehilangan lapisannya dan disertai pula oleh munculnya karat merah di lapisan teratasnya. Sedangkan ZINCALUME steel masih tetap dalam kondisi yang baik tanpa sedikitpun mengalami tanda-tanda korosi.
3. UJI LAPANGAN (Actual Field Testing)
Setelah 20 tahun terpasang di sebuah bangunan, tampak nyata bahwa atap yang terbuat dari ZINCALUME steel masih dalam kondisi sangat baik, sedangkan atap yang terbuat dari baja Galvanis sudah menunjukkan munculnya karat merah yang signifikan.
KELEBIHAN ZINCALUME STEEL
1. Tahan terhadap korosi
Komposisi terbaik Zinc dan aluminiumnya mampu memiliki kekuatan empat kali lebih baik dari baja galvanis pada kondisi yang sama
2. Lebih ekonomis
ZINCALUME Steel sangat ringan, memberikan anda meter per segi yang lebih luas untuk setiap Tonnya.
3. Mudah dibentuk
Mudah dibentuk sehingga memberikan banyak kemudahan dalam mendesain aplikasi produk
4. Penampilan atraktif
Permukaan ZINCALUME steel yang dipenuhi kembangan yang halus memberikan penampilan yang berbeda dan
sangat menarik
5. LAPISAN RESIN
ZINCALUME Steel memiliki lapisan yang bersih, sehingga memberikan tampilan yang indah dengan permukaan akhir yang lembut sehingga mudah dalam proses pewarnaan dan tahan, tidak mudah terkena noda. Dengan ZINCALUME Steel, kita juga tidak perlu mengolesi minyak sebelum di bentuk. Ini semua membuat ZINCALUME steel tidak licin dan mudah dipegang
6. Tahan terhadap suhu tinggi
Hasil proses pada suhu permukaan yang mencapai 600F° membuat ZINCALUME steel mampu bertahan terhadap suhu tinggi tanpa takut akan terjadinya pemudaran warna
7. Kemampuan memantulkan panas
ZINCALUME steel memiliki kemampuan tinggi untuk memantulkan panas dan cahaya.

 

Beberapa hal yang perlu kita ketahui seputar rumah

  1. Pondasi rumah – Ada berbagai macam pondasi, pondasi lajur untuk rumah 1 lantai, pondasi cakar ayam untuk rumah tingkat, untuk rumah standar cukup itu, karena untuk bangunan selain rumah masih ada lagi variasi pondasi sesuai kebutuhannya. Gunakan batu kali utk kualitas prima dengan kedalaman 60 cm, untuk menghemat biar murah alternatifnya adalah batu putih atau batu gunung, bisa juga dengan menggunakan batako atau batubata jika tidak ada dana untuk membeli batu. Yang penting Anda paham kualitas juga akan mengikuti harga.
  2. Pemilihan rangka baja – Gunakan besi minimal ukuran 8mm untuk rumah standar 1 lantai, atau jika terpaksa lantai atas rumah tingkat masih bisa menggunakan 8 mm untuk tiang bantu (bukan tiang utama) seperti kolom pada dinding kamar atau pertemuan sudut-sudut ruang, jika Anda mampu membeli lebih besar lebih baik misal 8 mm atau 10 mm.
  3. Kusen dan jendela serta pintu – Pilihlah jati jika Anda mampu membeli, atau untuk daerah luar jawa dapat menggunakan kayu Bengkirai. Jika ingin lebih murah, bisa menggunakan kayu mahoni, kayu mahoni warnanya bagus dan juga cukup kuat untuk kusen, jendela, dan pintu. Jika masih belum cukup murah, Anda bisa menggunakna alternatif kayu lain seperti nangka, akasia, dll. Meskipun kualitas lebih rendah jika diolah dengan baik seperti kayu cukup kering kemudian segera dicat (tidak membiarkan kena panas dan air hujan setelah dipasang di rumah), maka kayu akan tetap terjaga kualitasnya meskipun masih lebih rendah dari kayu kelas jati dan bengkirai.
  4. Dinding – Dinding bahan dari bata adalah yang terbaik untuk bangunan rumah beton, meskipun tetap harus jeli memilih bata, karena tergantung jenis tanah dan proses pembakarannya. Jika ingin biayanya murah, gunakan batako, batako sudah cukup kuat, dan keindahannya pun sama dengan bata jika sudah diplester karena nanti tidak akan kelihatan, menggunakan batako jauh lebih murah. Untuk dinding ruangan dalam, agar biayanya lebih murah lagi, Anda dapat menggunakan board, board dibuat dari fiber semen bukan asbes sehingga aman untuk kesehatan. Hasil finishing juga sangat bagus setelah dicat, bahan ini sering sekali digunakan untuk partisi ruangan di kantor-kantor.

Lantai

Lantai yang paling nyaman tentunya adalah lantai keramik, selain kuat lantai ini juga enak dipandang, tapi karena biaya itu sangat menentukan suatu bangunan, maka kita harus pintar memilih agar kita tetap dapat membangun rumah tapi dengan biaya yang murah meriah.
Kita mulai dulu dari lantai keramik, ada berbagai macam jenis keramik, dari ukurannya lantai rumah dapat menggunakan 30 x 30, atau 40 x 40, atau 50 x 50, saya juga pernah menemukan ada 45 x 45 tapi jarang, masih ada yang lebih besar 60 x 60 tapi ini lebih cocok untuk bangunan yang besar. Umumnya rumah 1 lantai atau 2 lantai menggunakan keramik 40 cm.
Menggunakan keramik membutuhkan biaya bukan hanya untuk beli keramik saja, tapi pengerjaan yang butuh waktu agar hasilnya rapi membuat biaya upahnya jadi lebih tinggi, begitu pula adukan semen, akan berbeda dengan dinding bagian atas, karena untuk menghindari kelembaban dari meresapnya air dari bawah, campuran pasir dan semen juga berbeda, misalkan 1:6 atau 1:5, karena jika terlalu sedikit semen, jika tanahnya di daerah lembab makan akan ada kecenderungan meresapnya air meskipun tidak seberapa karena keramik sudah sangat padat.

Lantai semen tanpa keramik

Jika belum ada uang untuk membeli keramik, Anda dapat membuat lantai dengan semen biasa, agar tidak kasar, buatlah sehalus mungkin seperti acian pada dinding, agar mudah dibersihkan, disapu, dan dipel. Untuk memperindahnya Anda dapat menggunakan karpet platik, sehingga suasana lantai akan indah seperti layaknya lantai keramik.
Lantai tanpa keramik ini akan lebih sering lembab apalagi jika adukan semennya hanya standar atau bahkan dihemat sehingga air akan dengan mudah masuk melalui pori-porinya. Baik lantai tanpa keramik maupun menggunakan keramik, biasanya ketebalan semennya berkisar antara 3 – 5 cm.

Lantai kayu

Di beberapa daerah seperti luar jawa masih ada yang menggunakan lantai dari susunan kayu, meskipun sekarang ini sudah ditinggalkan, bukan karena tidak bagus, tapi karena kayu itu sendiri yang sudah sulit didapat dan harganya pun mahal jika masih ada.

Lantai konblok

Bahan ini dapat Anda gunakan untuk lantai dapur atau area terbuka belakang tempat menaruh mesin cuci, tempat cucian piring, maupun kompor. Biayanya akan lebih hemat dan murah karena hanya disusun saja dan dapat digunakan lagi lain waktu meskipun harus Anda bongkar-bongkar.

Kamar mandi

Lantai kamar mandi

Khusus kamar mandi, gunakan adukan semen pasir 1:2 untuk lantai dan 1:4 untuk separuh dinding bagian bawah. Ini berfungsi untuk mencegah air meresap dan merembes ke bagian luar kamar mandi.

Pintu kamar mandi

Pintu kamar mandi dapat menggunakan fiber, ada harga murah ada juga yang mahal, yang murah ada yang hanya 80.000, bila ingin lebih murah lagi buat saja sendiri dengan kayu reng dan seng.

Pipa sanitasi

Sanitasi itu sangat penting, tidak bisa dihindari, ini harus ada. Tapi harga pipa pvc lumayan, tapi bila Anda ingin murah, belilah pipa pvc merek biasa, meskipun ini rawan pecah, solusinya adalah untuk pipa saluran dari wc dan juga pembuangan sisa air mandi dapat Anda cor dengan campuran pasir semen standar, ini akan lebih hemat, saluran tetap menggunakan pipa pvc tapi tidak akan pecah karena sudah dilindungi oleh cor disekelilingnya.

Atap

Atap terdiri dari rangka atap dan atap, rangka atap dapat terbuat dari bahan kayu maupun logam. Bahan kayu sudah umum digunakan, di daerah jawa rata-rata menggunakan kayu glugu (kayu dari pohon kelapa), penggunaan kayu glugu karena harganya lebih murah tapi daya tahannya cukup kuat. Pilihlah kayu glugu yang warnanya kemerahan karena lebih tua sehingga lebih keras, Anda juga dapat mengukur kualitasnya dengan mencoba menekannya menggunakan kuku atau paku apakah kayu tersebut keras atau rapuh. Kayu glugu tersebut digunakan sebagai rangka utama, kemudian jika menggunakan atap genteng Anda membutuhkan reng, ada berbagai macam variasi kayu yang bisa untuk reng, seperti kayu dari pohon melinjo, ini yang cukup murah dan umum digunakan, bila ingin lebih kuat pilihlah reng dari kayu akasia, atau lebih baik lagi menggunakan kayu kalimantan seperti bengkirai, sesuaikan kayu reng dengan rangka utama atap agar kekuatannya seimbang.
Dalam membangun rumah sendiri Anda dapat memilih atap berupa genteng keramik, genteng beton, atau asbes. Masing-masing memiliki kelebihan, tentang atap akan kita ulas di artikel yang berbeda saja.

Bagian-bagian Konstruksi Bangunan

Konstruksi bangunan terdiri dari bagian-bagian yang saling mendukung satu sama lain. Masing-masing bagian bangunan tersebut memiliki karakteristik tersendiri karena memang dibuat untuk tujuan tertentu. Bahan baku pembuatan bagian bangunan tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan peruntukan awalnya.

Pada dasarnya, bagian-bagian konstruksi bangunan meliputi : bangunan bawah dan bangunan atas. Bangunan bawah adalah bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Sedangkan bangunan atas merupakan bagian bangunan yang berada di atas permukaan tanah.

1. Bangunan Bawah

Bangunan bawah adalah bagian suatu bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Bangunan bawah berguna untuk menopang bangunan bawah sehingga harus mempunyai struktur yang kuat, tidak mudah bergerak, dan kondisinya stabil. Yang termasuk bagian bangunan bawah meliputi pondasi dan balok beton. Di bawah ini penjelasan singkat mengenai bagian-bagian dari bangunan bawah tersebut.

Pondasi

Pondasi ialah bagian dari bangunan bawah yang berhubungan langsung dengan tanah yang keras. Kegunaan pondasi yang utama yaitu menahan seluruh beban bangunan dan meneruskannya ke tanah di sekitarnya. Oleh sebab itu, konstruksi pondasi harus benar-benar kokoh.

Menurut kedalaman pembuatannya, pondasi ada 2 macam yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Sedangkan berdasarkan bahan bakunya, pondasi terdiri atas pondasi bata, pondasi batu kali, dan pondasi beton. Pembuatan pondasi yang tepat harus memperhatikan aspek-aspek pendukung kekuatan pondasi tersebut.

Balok Beton

Balok beton/balok sloof merupakan bagian dari bangunan bawah yang berada di atas pondasi. Balok sloof ini berfungsi untuk meneruskan beban bangunan menuju ke pondasi. Adanya sloof juga memudahkan pekerja dalam membangun dinding di atasnya.

Balok beton terbuat dari campuran baja dan beton. Baja berperan sebagai penguat struktur dan beton berguna untuk meredam gaya geser. Balok beton biasanya dibuat dalam model beton bertulang yang banyak diaplikasikan dalam pendirian rumah, gedung, jalan, dan jembatan. Terdapat dua macam sloof yakni sloof struktur untuk mengikat bagian bawah kolom dan sloof praktis untuk dudukan pasangan dinding yang belum diikat sloof struktur.

2. Bangunan Atas

Bangunan atas yaitu bagian bangunan yang berada di atas permukaan lantai. Bangunan atas merupakan bagian yang berfungsi mendukung maksud pendirian bangunan tersebut. Bagian-bagian bangunan atas di antaranya dinding, kolom, ventilasi, balok latei, balok ring, kuda-kuda, dan atap. Di bawah ini uraian singkat mengenai bagian-bagian dari bangunan atas tersebut selengkapnya.

Dinding

Dinding/tembok adalah bagian dari bangunan atas yang terletak tepat di atas sloof. Dinding berguna sebagai penutup interior bangunan, partisi ruangan, dan pendukung estetika. Posisinya yang berada tepat di tengah-tengah bangunan juga membuat dinding sekaligus berperan menopang beban bangunan yang ada di atasnya.

Ada 3 jenis dinding menurut bahan pembuatnya yakni dinding tradisional, dinding semi-permanen, dan dinding permanen. Dinding tradisional terbuat dari bahan-bahan murni alam seperti kayu dan bambu. Dinding semi-permanen dibangun dari kombinasi dinding tradisional dan dinding modern. Dinding modern merupakan istilah lain dari dinding beton. Saat ini juga tengah dikembangkan dinding futuristik yang dilengkapi dengan teknologi canggih.

Kolom

Kolom adalah bagian dari bangunan atas yang terletak di atas sloof dan di sela-sela dinding. Kolom memiliki kegunaan sebagai penyangga utama dari beban yang ada di atasnya. Kolom juga berguna untuk mengikat dinding supaya kondisinya tetap stabil.

Selain kolom utama, dikenal pula kolom praktis yang turut membantu menahan beban bangunan. Umumnya kolom utama memiliki ukuran diameter 20/20 dengan jarak pembuatan 3,5 meter. Sedangkan kolom praktis mempunyai diameter berukuran 15/15 dengan jarak maksimum pembuatan yaitu 3,5 meter.

Ventilasi

Yang dimaksud ventilasi antara lain pintu, jendela, dan lubang udara. Penentuan posisi ventilasi-ventilasi ini akan berpengaruh besar terhadap kenyamanan, keindahan, dan keamanan bangunan. Perlu diperhatikan, sebaiknya penentuan letak ventilasi ini harus memperhatikan satu kesatuannya dengan dinding.

Balok Latei

Balok latei/lintel ialah balok yang dibuat persis menempel di atas pintu dan jendela. Tujuannya yakni untuk menghindarkan kusen agar tidak menerima beban bangunan secara langsung. Dengan demikian, kondisi kusen pun tetap kokoh dan tidak melengkung. Balok ini juga dapat berfungsi untuk menjaga kusen tetap berdiri jika sewaktu-waktu terjadi gempa, sehingga penghuni bangunan dapat melewati pintu untuk menyelamatkan diri.

Balok Ring

Balok ringan merupakan balok yang terbuat dari beton dan berada tepat di atas dinding. Fungsi balok ini yaitu untuk mengikat dinding yang ada di bawahnya sehingga terus stabil, serta mengunci ujung atas kolom. Konstruksi balok ring juga berguna meneruskan beban bangunan dari atap menuju ke kolom lalu akhirnya ke pondasi.

Kuda-kuda

Rangka kuda-kuda adalah bagian dari bangunan atas yang ada di antara balok ring dan atas. Bagian ini berguna sebagai penahan dari struktur atap di antaranya genteng, usuk, dan reng supaya tetap stabil. Selain material kayu, saat ini juga telah tersedia rangka atap baja ringan yang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Atap

Atap bisa dibilang sebagai konstruksi bangunan yang terletak di posisi paling atas. Pada dasarnya, atap berguna untuk melindungi bagian dalam bagian dari suhu ekstrim seperti terik panas, hujan, salju, angin, dan sebagainya. Atap sekaligus berperan pula sebagai pelindung privasi dan keamanan seluruh penghuni bangunan. Pada perkembangannya, desain atap turut mempengaruhi keindahan suatu bangunan.

Pondasi

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.

Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.

Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi :

  1. Keadaan tanah pondasi
  2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
  3. Keadaan daerah sekitar lokasi
  4. Waktu dan biaya pekerjaan
  5. Kokoh, kaku dan kuat

Jenis pondasi biasanya adalah :

a.Pondasi batu kali
– Pondasi menerus
– Pondasi setempat
– Pondasi dengan kolom cakar ayam
b. Pondasi sloof beton
c. Pondasi plat jalur beton

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.
Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.
Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, Adalah :

  1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
  2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
  3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

Cakar ayam untuk bangunan berlantai 2 paling minim dengan ukuran 60 x 60cm dengan diameter besi 10 mm dan tentunya semakin besar akan semakin bagus.

Pondasi dengan menggunakan batu kali lebar bawah 60 cm, lebar atas 25 cm, dan tinggi 60 cm.

Adapun ketentuan teknis tentang pondasi untuk batu kali :

  1.  Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap, yaitu ditempatkan pada tanah keras, dasar pondasi diletakkan lebih dalam dari 45 cm dibawah permukaan tanah.
  2. Seluruh badan pondasi harus tertanam dalam tanah.
  3. Pondasi harus dihubungkan dengan balok pondasi atau sloof, baik pada pondasi setempat maupun pondasi menerus.
  4. Balok pondasi harus diangkerkan pada pondasinya, dengan jarak angker setiap 1,50 meter dengan baja tulangan diameter 12 cm.
  5. Pondasi tidak boleh diletakkan terlalu dekan dengan dinding tebing, untuk mencegahlongsor, tebing diberi dinding penahan yang terbuat dari pasangan atau turap bambu maupun kayu.

Sedangkan untuk perkuatan beton bertulang yaitu :

  1. Kolom praktis 13 x 13 cm menggunakan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  2. Balok sloof 13 x 20 cm dengan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  3. Balok ring 13 x 15 cm tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak 150 mm.

Begel harus dibengkokkan 135 derajat dengan kait sekitar 10 kali diameter begel.
Mutu campuran beton dianjurkan menggunakan perbandingan 1 PC : 2 Pasir : 3 Kerikil.
Pencampuran bahan menggunakan air sebanyak 0,5 bagian.

Apabila anda sedang merencanakan membangun rumah lantai 2, berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pondasi rumah 2 lantai yang tepat :

  1. Jenis kepadatan tanah

Hal pertama yang harus anda lakukan sebelum membuat pondasi rumah 2 lantai adalah menentukan kepadatan dan juga jenis tanah bangunan anda. Jika struktur tanah bangunan anda keras, maka anda bisa menggunakan pondasi yang berukuran kecil. Dan jika struktur tanahnya lembek atau lunak, maka anda bisa memilih pondasi cakar ayam.

2. Menentukan bangunan rumah dan arsitektur

Hal ini dikarenakan bangunan yang tanpa perencanaan akan menghasilkan bentuk bangunan yang tidak sesuai dan juga membutuhkan material berat sehingga akan menambah beban bangunan rumah anda. Oleh sebab itu, anda harus terlebih dahulu merancangnya baru kemudian menentukan jenis pondasi rumah 2 lantai.

3. Waktu berdirinya rumah

Perencanaan waktu berdirinya rumah juga sangat diperhatikan sebelum membuat pondasi rumah 2 lantai. Apabila anda merencanakan membangun rumah yang bisa berdiri sampai dengan usia puluhan tahun, maka anda bisa memilih pondasi yang mempunyai kualitas bagus.

Jenis pondasi rumah 2 lantai

Setelah mengetahui hal apa saja yang harus anda perhatikan dalam membuat pondasi rumah 2 lantai, berikut ini beberapa rekomendasi jenis pondasi yang bisa digunakan :

  1. Pondasi rumah 2 lantai batu kali

Pondasi menggunakan material batu kali merupakan pondasi yang sangat cocok anda gunakan. Pasalnya, pondasi yang disusun dengan menggunakan batu kali dapat meningkatkan konstruksi tiang beton. Untuk bengunan rumah 2 lantai anda bisa menggunakan sloof dengan ukuran 20 x 30.

2. Pondasi rumah 2 lantai cakar ayam

Selain pondasi batu kali, pondasi cakar ayam juga tepat digunakan. Pondasi cakar ayam adalah pondasi yang mana kaki beton yang digunakan mempunyai kelebaran tertentu dan diposisikan pada struktur utamanya.