Semua tentang konstruksi atap

Konstruksi rangka atap merupakan Suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk menyangga kontruksi atap yang terletak diatas kuda – kuda tersebut. Pada intinya, atap merupakan bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya terhadap cuaca baik panas maupun hujan. Fungsi rangka atap yang lebih spesifik adalah menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu beban kuda – kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi, serta dapat berfungsi untuk menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal.

Atap yang sudah biasa ditemuai dirumah – rumah di Indonesia pada umumnya menggunakan konstruksi kayu. belakangan ini marak penyedia konstruksi atap berbahan baja ringan. Untuk kedua konstruksi atap baik itu konstruksi atap baja ringan maupun kayu memiliki kelebihan masing – masing.

Berikut ini kami mengulas sekilas tentang perbandingan keduanya.

Struktur kuda – kuda baja ringan memiliki dimensi yang lebih tipis dibanding dengan kayu, mulai dari ketebalan 0,65 mm hingga 1 mm. Baja ringan termasuk jenis baja yang dibentuk setelah melalui proses dingin ( Cold Form Steel ). rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan atap baja ringan dan konstruksi sipil. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Ketebalan baja ringan untuk rangka atap yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4 – 1 mm.

Perhitungan kuda – kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda – kuda akan semakin pendek. Misalkan bila genteng memiliki bobot 40 kg / m2, jarak kuda – kuda atap baja ringan bisa dibuat menjadi 1.4 m. Sementara bila genteng memiliki bobot 7,5 kg / m2, maka jarak kuda – kuda atap baja ringan menjadi 1.2 m.

Namun atap baja ringan dengan atap kayu tidak bisa dibandingkan begitu saja karena masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta segi ekonomis yang berbeda – beda.

Pekerjaan rangka atap baja ringan merupakan pekerjaan merakit dan memasang struktur atap berupa rangka baja ringan yang dibentuk dan dilapisi anti karat. Rangka baja ringan berbentuk segitiga, trapesium dan persegi panjang terdiri dari :

  1. Rangka utama atas ( top chord )
  2. Rangka utama bawah ( bottom chord )
  3. Rangka pengisi ( web ). seluruh rangka tersebut disambung menggunakan baut menakik sendiri ( self drilling screw ) dengan jumlah yang cukup.
  4. Rangka reng ( roof batten / top span ) langsung dipasang diatas struktur rangka atap utama dengan jarak sesuai ukuran jarak genteng.

Untuk pekerjaan rangka atap baja ringan meliputi :

  1. Pengukuran bentangan bangunan sebelum dilakukan fabrikasi
  2. Pekerjaan pembuatan kuda – kuda dikerjakan di workshop permanen ( Fabrikasi )
  3. Pengiriman kuda – kuda dan bahan lain yang terkait proyek
  4. Penyediaan tenaga kerja beserta mempersiapkan alat / bahan lain yang dibutuhkan pada saat pengerjaan
  5. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda – kuda meliputi struktur rangka kuda – kuda ( truss ), balok tembok ( top plate / murplat ), reng, ikatan angin dan bracing ( ikatan pengaku )
  6. Pemasangan jurai dalam ( valley gutter )

 

 

Pola Keruntuhan pada Sistem Rangka Atap

Pada struktur rangka atap baja, dikenal beberapa jenis pola keruntuhan yang sering terjadi pada sistem rangka atap antara lain :

  1. Akibat tekuk ( Buckling )

Beban tekuk didefinisikan sebagai bahan batas yang menyebabkan kolom tertekuk. Jika kolom dibebani dengan beban aksial, maka kolom terdefleksi lateral dan mengalami tekuk apabila beban ditingkatkan terus. Jika beban bekerja kurang dari beban tekuk dan beban diambil dari kolom akan kembali ke posisi semula. Fenomena tekuk terdiri dari empat tipe, yaitu :

a. Tekuk Lokal ( Local Buckling )

Tekuk lokal merupakan tekuk yang terjadi pada elemen pelat penampang ( sayap atau badan ) karena pelat yang terlalu tipis. Bila tegangan pada elemen – elemen penampang mencapai tegangan kritis pelat, maka akan terjadi tekuk lokal. Tekuk lokal. Tekuk lokal pada elemen pelat dapat menyebabkan terjadinya kegagalan prematur pada keseluruhan penampang, atau setidaknya akan menyebabkan tegangan tidak merata dan mengurangi kekuatan keseluruhan.

b. Tekuk lentur ( Flexural Buckling )

Tekuk lentur merupakan tekuk yang terjadi jika batang desak tertekuk terhadap sumbu utamanya atau sumbu yang memiliki radius girasi terkecil. tekuk ini dapat terjadi pada batang yang menggunakan profil yang memiliki penampang simetris ganda atau antisimetris ganda ( seperti profil I atau Z ), profil yang memiliki penampang simetris tunggal ( seperti kanal, L sama kali, L double ). tekuk lentur menyebabkan elemen batang mengalami lentur terhadap sumbui lemah batang.

c. Tekuk torsional ( Torsional Buckling )

Tekuk torsional merupakan tekuk yang terjadi dengan terpelintirnya batang terhadap sumbu longitudinalnya ( sumbu yang sejajar dengan beban ). Tekuk torsional umumnya terjadi pada profil simetris ganda yang memiliki tampang yang sangat langsing.

d. Tekuk lentur torsional ( Flexural Torsional Buckling )

Tekuk lentur torsional merupakan tekuk yang terjadi pada batang desak jika secara bersamaan melentur dan memutar. tekuk torsional lentur umumnya terjadi pada profil simetris tunggal ( seperti profil kanal, L dengan panjang kaki yang sama, L ganda, dan T ) dan profil tidak simetris ( profil L dengan panjang kaki berbeda ). Lentur torsi tekuk adalah membungkuk simultan dan memutar dari anggotas. Hal ini terutama terjadi pada saluran, terstruktural, ganda sudut bentuk, dan sudut tunggal yang sama.

2. Akibat Curling

Curling terjadi sebagai akibat mekanisme gaya – tekan internal pelat, yang tidak lain adalah buckling ( tekuk ), dan hanya terjadi pada pelat yang relatif tipis ( langsing ). Adanya curling pada sambungan lap – joint yang secara natural mempunyai eksentrisitas, ditambah slip, menyebabkan sambungan lap – joint dengan baut tunggal beresiko mengalami distorsi dan kinerjanya menjadi tidak optimum. Untuk menghindarinya, perlu digunakan baut majemuk ( minimal dua ) dengan konfigurasi sejajar arah gaya.

Pada dasarnya pola keruntuhan secara umum dapat dipisahkan dalam 2 kategori, yaitu : kerusakan pelat dan kerusakan baut. kerusakan baut tunggal dan pada konstruksi rangka atap baja ringan jarang bahkan tidak pernah ditemukan menggunakan baut tunggal pada titik sambungan. Kerusakan pelat yang terjadi dikarenakan baja ringan yang ramping dan rentan terhadap stabilitas

 

 

Cara sederhana menghitung kebutuhan Baja Ringan

Cara sederhana menghitung baja ringan yang digunakan biasanya memakai rumus cosinus. Seperti :

A. Atap Pelana

Atap Pelana ialah model tipe atap rumah yang memiliki sisi miring hanya dibagian samping.

Samping kanan dan kiri segitiga adalah sisi yang di hitung, yang garis bawah hitam adalah oversteck atau gimbalan ( Biasanya ke depan dan ke samping, berarti ada 4 oversteck ) dan segitiga yang berwarna adalah gewel yang biasanya terbuat dari bata, sedang garis putih ditengah segitiga adalah tinggi gewel

Untuk cara perhitungannya :

Ketahui  tinggi segitiga atau gewel, biasanya untuk rumah pribadi. Untuk mengetahui tinggi gewel digunakan rumus 1/3 lebar + oversteck.

Misal rumah 7 m x 11 m dengan overstect 0,5 m disetiap sisi. Karena ada sisi depan dan belakang dan samping ada 2 yakni kanan dan kiri jadi.

7 + 0.5 + 0.5 = 8 m

11 + 0.5 + 0.5 = 12 m

Tinggal kita cari tinggi gewel

1/3 dari 8 adalah 2.66 m atau dengan cara menghitung dengan derajat

1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = 2.4 m

Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang 2.4 m

Hitung sisi miring gewel / segitiga

( 2.4 x 2.4 ) + ( 4 x 4 ) = 5.76 + 16 = 21.76 akar kuadrat 21.76 = 4.66 m

Penjelasan :

( 2.4 x 2.4 ) adalah tinggi gewel / segitiga ( gewel x gewel )

( 4 x 4 ) adalah setengah alas segitiga dikalikan sama ( Sa x Sa )

Sa = Setengah Alas

Tinggal dikalikan.

Sisi miring gewel x panjang rumah = ( 4.66 m x 12 m ) x 2 = 111.84

Total Luas Rumah adalah 111.84


 

Misal

Misalkan rumah diatas jarak kuda – kuda adalah 120 =1.2 m maka c yang dibutuhkan untuk membuat kuda – kuda adalah

Panjang rumah tanpa oversteck = 11 maka panjang dibagi jarak kuda – kuda= 11m / 1.2m = 9

9 x 4.66 ( sisi miring ) =41.94 ada dua sisi jadi dikali 2 maka 41.94 x 2 = 83.88

Ada sisi tumpuan kuda – kuda mengikuti lebar bangunan 8 x 9 = 72

Ada yang disebut cremona ( yang ada ditengah segitiga / gewel )

Dalam kasus ini kita asumsikan 14 m per kuda – kuda karena ada 9 jadi kita kalikan 9 x 14 m = 126

Sekarang tambahkan 83.88 + 72 + 126 = 281.88

Setiap C atau usuk yang dibeli dipasaran memiliki panjang 6 m. Jadi  281.88 atau kita bulatkan 282 / 6 = 47 C


 

Reng biasanya mengikuti jarak dari genteng.

Misalkan kita menggunakan Genteng beton flat, maka jarak Genteng flat yang umum saat ini sekita 0.32 m atau 32 cm.

Panjang bangunan adalah 12 m dan lebar pada suatu sisi adalah 4.66. Jadi kurang lebih begini perhitungannya 4.66 m x 0.32 m = 14,56 x 12 x 2 sisi = 394.44

Untuk reng panjangnya sama dengan C yakni 6 m per batang. Kita kalkulasi sekarang.

349.44 / 6 = 58.24 dibulatkan jadi 59 batang


Kita akan membandingkan perhitungan yang diatas dengan menggunakan perhitungan ini :

Panjang x lebar = 7 m + oversteck x 11 m + oversteck dengan 30 derajat. perhitungan hanya dengan mengalikan panjang x lebar / 30 derajat jadi  8 m x 12 m = 96 m2 : 0.866 = 110.85 m2

cosinus 30 = 0.866

cosinus 35 = 0.819

cosinus 40 = 0.766

cosinus 45 = 0.707

Mari kita gunakan rumah yang sama dengan diatas :

Panjang 11 m dan lebar 7 m dengan overstect 0.5 m setiap sisi dan dengan 30 derajat

Perhitungannya : 12 x 8 m x 1.3 = 124.80 m2


B. Atap Jurai

Sebenarnya hampir sam untuk perhitungan rangka atap model jurai ( Miring )

Talang Jurai

Pertama kali yang harus kita hitung ialah luas segitiga dan trapesium

Kita samakan panjang dan lebar dari bangunan diatas ialah 7 m x 11 m dengan oversteck 0.5 disetiap sisi dan ketinggian 30 derajat. maka perhitungannya seperti ini :

Sisi miring bangunan tersebut ialah 4.66 m jadi bisa kita simpulkan jurai  depan, jurai belakang, jurai kanan dan jurai kiri adalah 4.66 m2


 

Sekarang kita cari luas segitiga

Luas segitigan ada si sisi 2 dan 4

Rumus luas segitiga adalah 1/2 alas x tinggi

Tinggi dalam hal ini diambil alih oleh jurai. jurai yang dihitung tadi ketemu 4.66 sedangkan panjang bentangan ( Luas Rumah ) 8 m jadi 4 x 4.66 karena ada 2 sisi maka 18.4 x 2 = 37.28 m2


 

Luas Trapesium kita hitung dengan hitungan yang sama yaitu :

( Panjang bawah + panjang atas) / 2) x panjang jurai

Panjang bawah otomatis panjang bangunan + oversteck sedangkan panjang atas ( tengah ) yaitu panjang bangunan – lebar

12 m – 8 m = 4 m

Jadi (( 12 + 4 m)/2) x 4 .66 m x 2 74.56m2

Luas total adalah luas trapesium + luas semua segitiga =

74.56 m2 + 37.28 m2 = 111.84 m2

Semoga Informasi ini berguna buat anda


 

Ingat Bahwa setiap pemasangan baja ringan memerlukan perhitungan dan pemasangan yang tepat agar tidak menimbulkan runtuhnya atau patah terhadap baja ringan.


 

 

 

 

 

Perbedaan Bahan COLORBOND, ZINCALUME, GALVALUME, DAN COLORBOND

COLORBOND G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis warna Clean COLORBOND adalah produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang, memiliki daya tahan yang kuat dan tersedia dalam berbagai macam warna yang menarik.Baja lapis warna Clean COLORBOND dibuat dengan menggunakan baja lapis  ZINCALUME sebagai bahan dasar, yang mengandung seng dan aluminium dalam lapisannya yang memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi.Pertama tama, baja tersebut dilapisi oleh lapisan konversi (Conversion coat). Lapisan ini berguna sebagai lapisan pengikat antara permukaan baja dan lapisan cat di atasnya untuk mencegah terjadinya pengelupasan cat. Setelah itu, dilapisi oleh lapisan primer. Lapisan primer ini berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk mencegah terjadinya korosi. Terakhir baru dilapisi dengan lapisan cat warna. Proses pengecatan sampai selesai dikontrol dengan komputer untuk mencegah perubahan warna yang dapat terjadi pada produk Clean COLORBOND yang digunakan dalam beberapa waktu yang lama. Dalam menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada formulasi lapisan dapat dirubah. Hal inilah yang membuat baja lapis warna Clean COLORBOND dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi dan lingkungan.

ZINCALUME G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis ZINCALUME merupakan baja lembaran lapis logam paduan dengan komposisi 55% Aluminium dan 45% Seng. Komposisi ini memberikan perlindungan yang prima sehingga baja ini cocok untuk berbagai aplikasi bangungan dan manufaktur. Dengan biaya yang setara, baja lapisZINCALUME memberikan usia pakai 2 hingga 6 kali lebih lama dibandingkan dengan baja lapis Galvanis pada aplikasi yang sama. Baja lapis  ZINCALUME memiliki lapisan resin jernih yang membuat permukaannya mudah di cat, mencegah goresan dan bercak tangan. Bersamaan dengan itu lapisan pasivasinya menjamin permukaannya yang keperak-perakan tetap terjaga. Tampilannya yang mengkilap memberikan daya pantul cahaya dan panas yang tinggi. Daya tahan panasnya mencapai 315 derajat celcius tanpa mengalami perubahan warna pada permukaannya, sehingga sangat cocok dipergunakan untuk atap bangunan anda.
GALVALUME
GALVALUME adalah singkatan dari GALVANIS dan ALUMINIUM
Bahan GALVALUME merujuk pada material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Untuk galvalum finishing coatingnya terdiri dari: 55% aluminium, 43,5% zinc dan 1,5% silikon.
Material baja ringan galvalum inilah yang popular dengan sebutan zincalume, salah satu merek dagang Bluescope Steel Ltd, rodusen baja ringan dengan lapisan Zinc dan Aluminium.
Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan Galvanis.
GALVANIS
GALVANIS adalah istilah untuk BAJA RINGAN yang diberi lapisan seng (zinc). Sedangkan galvanisasi merupakan  proses aplikasi pelapisan seng pelindung pada baja. Untuk galvanis finishing coatingnya terdiri dari: 98% zinc dan 2% alumunium. Lapisan tersebut ditujukan untuk mencegah galvanis korosi dan berkarat.
Galvanisasi dengan produk akhirnya yang sering disebut sebagai GALVANIS, melibatkan proses elektrodeposisi dan elektrokimia, metode yang paling lazim digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, dimana bagian-bagian baja direndam dalam bak seng cair.
Metode galvanisasi ini sudah dilakukan sejak abad ke 19, dan dipatenkan di Paris oleh Stanislas Sorel di tahun 1837. Istilah galvanis sendiri diambil dari nama seorang ilmuwan berkebangsaan Italia Luigi Galvani.
Ada 3 metode pengujian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan baja lapis dalam menghadapi korosi :
1. UJI PENYEMPROTAN LARUTAN GARAM (Salt Spray Testing)
Pengujian laboratorium ini dilakukan dengan mengacu kepada metode pengujian ASTM B117 dan AS 1580. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 2000 jam disemprot oleh larutan garam, ZINCAKUME steel tetap memiliki tampilan yang jauh lebih baik di bandingkan dengan baja galvanis yang disemprot larutan garam walaupun hanya selama 240 jam saja!
2. UJI WILAYAH PANTAI (Severe Marine Exposure)
Setelah 6 tahun diuji dengan terkena cahaya langsung di wilayah pantai Bellambai Point, Baja galvanis sudah sangat kentara kehilangan lapisannya dan disertai pula oleh munculnya karat merah di lapisan teratasnya. Sedangkan ZINCALUME steel masih tetap dalam kondisi yang baik tanpa sedikitpun mengalami tanda-tanda korosi.
3. UJI LAPANGAN (Actual Field Testing)
Setelah 20 tahun terpasang di sebuah bangunan, tampak nyata bahwa atap yang terbuat dari ZINCALUME steel masih dalam kondisi sangat baik, sedangkan atap yang terbuat dari baja Galvanis sudah menunjukkan munculnya karat merah yang signifikan.
KELEBIHAN ZINCALUME STEEL
1. Tahan terhadap korosi
Komposisi terbaik Zinc dan aluminiumnya mampu memiliki kekuatan empat kali lebih baik dari baja galvanis pada kondisi yang sama
2. Lebih ekonomis
ZINCALUME Steel sangat ringan, memberikan anda meter per segi yang lebih luas untuk setiap Tonnya.
3. Mudah dibentuk
Mudah dibentuk sehingga memberikan banyak kemudahan dalam mendesain aplikasi produk
4. Penampilan atraktif
Permukaan ZINCALUME steel yang dipenuhi kembangan yang halus memberikan penampilan yang berbeda dan
sangat menarik
5. LAPISAN RESIN
ZINCALUME Steel memiliki lapisan yang bersih, sehingga memberikan tampilan yang indah dengan permukaan akhir yang lembut sehingga mudah dalam proses pewarnaan dan tahan, tidak mudah terkena noda. Dengan ZINCALUME Steel, kita juga tidak perlu mengolesi minyak sebelum di bentuk. Ini semua membuat ZINCALUME steel tidak licin dan mudah dipegang
6. Tahan terhadap suhu tinggi
Hasil proses pada suhu permukaan yang mencapai 600F° membuat ZINCALUME steel mampu bertahan terhadap suhu tinggi tanpa takut akan terjadinya pemudaran warna
7. Kemampuan memantulkan panas
ZINCALUME steel memiliki kemampuan tinggi untuk memantulkan panas dan cahaya.

 

Kriteria Rumah Sehat

Kriteria Rumah Sehat harus memiliki beberap komponen yaitu :


 

  1. Pondasi yang kuat guna meneruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan dan merupakan kontruksi penghubung antara bangunan dengan tanah.
  2. Lantai kedap air dan tahan air, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air untuk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu.
  3. memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai.
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar serta menjaga kerahasiaan ( privacy ) penghuninya.
  5. Langit – langit untuk menahan dan menyerap pansanya matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gypsum
  6. Atap rumah yang berfungi sebagai penahan sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.

Kepadatan Hunian

  1. Luas kamar tidur minimal 8 meter persegi dan tidak dianjurkan untuk lebih dari 2 orang untuk tidur

Penyediaan air

  1. Tersedia sarana penyedia air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter  per orang setiap harinya
  2. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan / atau air minum menurut PEMENKES 416 Tahun 1990 dan KEPMENKES 907 Tahun 2002.

Pembuangan Limbah

  1. Limbah cair yang berasal dari rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah
  2. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah

Bahan Bahan Bangunan. Tidak terbuat dari bahan – bahan yang melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan, anatara lain :

  1. Debu total kurang dari 150 mg  per meter persegi
  2. Asbestor kurang dari 0,5 serat per kubik, per 24 jam
  3. Timbal ( Pb ) kurang dari  300 gr per Kg bahan
  4. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen
  5. Komponen dan penataan ruangan
  6. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
  7. Dinding rumah memiliki ventilasi, dikamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan
  8. langit – langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
  9. Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petirnya
  10. Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya
  11. Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap

Pencahayaan

  1. Pencahayaan alam dan / atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi

Syarat syarat Rumah Sehat :


 

  • Lantai

Ada berbagai jenis lantai seperti : Ubin, keramik atau cukup tanah yang dipadatkan. penting disini bahwa lantai tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak becek pada musim hujan karena kedua hal tersebut merupakan sarangnya penyakit

  • Atap

Atap genteng bisanya digunakan didaerah perkotaan maupun pedesaan. Disamping itu atap genteng sangat cocok untuk daerah tropis dan terjangkau oleh masyarakat serta bahkan masyarakat bisa membuatnya sendiri. Bila atap seng maupun asbes  tidak cocok untuk rumah pedesaan, disamping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah

  • Ventilasi

Fungsinya :

  1. Menjaga agar aliran udara didalam rumah tersebut tetap segar.
  2. Membebaskan udara ruangan dari bakteri – bakteri terutama bakteri patogen karena disitulah selalu terjadi aliran udara yang teus menerus, bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir
  3. Untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap didalam kelembapan ( humidity ) yang optimum.

Ada 2 macam ventilasi :

  • Ventilasi yang alami

Dimana aliran udara pada ruangan terjadi secara alamiah  melalui jendela, pintu lubang angin, lubang lubang pada dinding dan sebagainya

  • Ventilasi yang buatan

Menggunakan alat alat khusus untuk mengalirkannya seperti kipas angin dan mesin pengisap udara

  • Cahaya

Rumah sehat memerlukan pencahayaan yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.

Cahaya dapat dibedakan menjadi 2 :

  • Cahaya yang alami

Yakni matahari,  Cahaya ini sangat penting karena membunuh bakteri patogen didalam rumah

  • Cahaya buatan

Yakni menggunakan sumber cahaya yang bukan alami seperti lampu minyak tanah, listrik dan api

  • Luas Bangunan Rumah

Luas bangunan rumah sehat harus cukupo dengan penghuni yang ada didalamnya artinya luas lantai bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya

  • Fasilitas fasilitas didalam rumah sehat :
  1. Penyediaan air bersih yang cukup
  2. Pembuangan limbah
  3. Pembuangan tinja
  4. Pembuangan sampah
  5. Fasilitas dapur
  6. Ruang berkumpul keluaraga
  7. Dan untuk rumah dipedesaaan lebih cocok adanya serambi