MENGATASI RETAK PADA DINDING INTERIOR

 

4 59Gi1O6YpudjEqk

Beberapa penyebab terjadinya dinding retak :

Struktur bangunan (kolom, balok, pelat, pondasi ) tidak kuat

Struktur bangunan yang tidak dalam mendukung beban rumah menyebabkan pasangan dinding bata ikut menanggung beban yang terjadi, pasangan batu bata yang seharusnya hanya berfungsi sebagai penyekat ruangan harus membantu struktur bangunan yang ada dalam mempertahankan kestabilan rumah, hal inilah yang menyebabkan dinding bata menjadi retak karena bekerja diluar kemampuanya dan akibat yang paling fatal adalah keruntuhan bangunan.

Penggunaan campuran pasangan batu bata yang tidak benar

Misalnya penggunaan semen dibawah standar kebutuhan, penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan, penggunaan pasir yang banyak mengandung lumpur atau dengan kadar zat organik tinggi. Perbandingan campuran material pasangan batu bata yang tidak benar dapat menyebabkan pasangan bata menjadi keropos, retak bahkan terjadi keruntuhan bangunan.

Adanya beban tambahan pada bangunan

beban tambahan disini berarti beban yang diberikan pada sebuah struktur rumah melebihi batas perencanaan awal, misalnya rumah yang tadinya direncanakan 1 lantai kemudian ditingkat menjadi 2 lantai tanpa adanya perkuatan struktur,adanya bencana alam seperti gempa, tanah longsor, angin besar, banjir dan sejenisnya. beban-beban tambahan yang tidak dapat didukung oleh struktur tersebut dapat menyebebkan rusaknya pasangan batu bata.

Proses pengeringan plesteran atau acian yang terlalu cepat

proses pengeringan yang terlalu cepat dapat menimbulkan retak-retak pada dinding bata, upaya pencegahanya dengan melakukan penyiraman pada dinding yang diplester atau diaci setelah selesai pekerjaan berlangsung.

Bagaimana cara mengatasi dinding retak ?

  1. Selidiki terlebih dahulu penyebab keretakan dinding bata.
  2. jika penyebabnya adalah tidak kuatnya struktur, maka cara mengatasinya adalah dengan memberi perkuatan terlebih dahulu pada struktur rumah tersebut kemudian baru memperbaiki.
  3. jika penyebabnya adalah penggunaan material yang tidak benar, maka solusi terbaik adalah mengganti dinding tersebut dengan pasangan yang baru dengan kualitas material yang baik, karena perbaikan pada suatu titik dapat berhasil namun pada titik lainya kemungkinan juga timbul masalah baru.
  4. Jika penyebabnya adalah retak biasa, maka cara memperbaikinya adalah dengan terlebih dahulu membobok dinding yang retak, kemudian menambalnya dengan campuran meterial yang baik, plesteran, acian, kemudian di finish sesuai sisi dinding sekitarnya.

 

Penyebab retak rambut pada dinding rumah Anda bisa bermacam-macam, yaitu antara lain:

  • Pada saat proses pengerjaan plesteran, komposisi (campuran) adukan semen, pasir, dan air tidak dalam takaran perbandingan yang pas atau pengadukannya kurang sempurna, akibatnya pada saat plesteran mengering terjadi penyusutan yang menimbulkan keretakan.
  • Proses pengerjaan acian sudah dilakukan pada saat plesteran belum mengering sempurna. Pada saat plesteran mengering dimana terjadi dehidrasi (penguapan air), uap air tidak dapat keluar dan terjebak di bawah acian sehingga menimbulkan tekanan pada acian, akibatnya acian akan mengalami keretakan karena tidak mampu menahan tekanan uap air dari dalam yang mencari jalan untuk keluar ke udara bebas
  • Pengerjaan acian sudah dilakukan pada waktu yang tepat dimana plesteran sudah mengering sempurna namun tidak dilakukan pembasahan pada plesteran yang bertujuan mengikat acian dengan plesteran agar merekat sempurna. Akibatnya acian tidak merekat sempurna pada plesteran dan dapat menjadi penyebab retak rambut pada dinding rumah Anda.
  • Bisa juga retak rambut terjadi diakibatkan oleh alam seperti gempa bumi ringan atau benturan sedang.

Dari beberapa uraian penyebab retak rambut pada dinding di atas, dapat disimpulkan bahwa umumnya retak rambut disebabkan karena pengerjaan renovasi rumah atau bangun rumah yang terburu-buru, sehingga seluruh proses tahap demi tahap pembangunan rumah Anda tidak dilalui dengan sempurna.

Memang kebanyakan kontraktor rumah atau pemborong rumah selalu dikejar-kejar deadline penyelesaian pekerjaan karena bila pekerjaan molor dapat berimbas pada membengkaknya biaya proyek khususnya biaya upah tukang. Namun semestinya dan tidak seharusnya mengesampingkan tahapan proses yang sebetulnya penting untuk mencegah hal-hal yang dapat menjadi penyebab retak rambut pada dinding rumah Anda.

Sering kali kita menjumpai dinding interior rumah kita mengalami retak-retak yang tidak beraturan. Padahal pada saat proses pembangunan rumah, kita sudah melakukan pengawasan melekat terhadap salah satu hasil kerja para tukang ini. Tetapi hal ini masih saja sering terjadi. Apakah sebenarnya penyebabnya?


1. RETAK RAMBUT 

Seperti yang telah banyak kita jumpai biasanya pola retak tidak beraturan dan celahnya berukuran kecil.

Penyebab : 

  1. Unsur-unsur pembentuk bahan plesteran tidak homogen, seperti pasir yang tidak bersih dan masih mengandung tanah.
  2. Pengacian belum waktunya dilakukan pada plesteran. Pengacian baru bisa dilakukan minimal 2 minggu setelah proses plesteran.

Solusi : 

  1. Celah retak rambut diperbesar dengan menggunakan kape.
  2. Lalu tutup retak rambut yang telah diperbesar tadi dengan plamur tembok.
  3. Setelah plamur tembok mengering, ampelas permukaannya. Selanjutnya lakukan pengecatan.

2. RETAK DINDING STRUKTUR 

Pola retak pada dinding membentuk bidang diagonal dan biasanya berukuran besar. Ada juga yang pola retaknya vertikal dengan celah dibagian di bagian bawah berukuran besar.

Penyebab : 

  1. Pada pola retak yang diagonal, dinding mengalami gaya geser yang biasanya diakibatkan oleh gempa atau salah satu titik pondasi mengalami penurunan.
  2. Sedangkan pada pola retak vertikal, biasanya balok sloof tempat bertumpunya dinding mengalami patah.

Solusi : 

  1. Lantai digali untuk melihat tingkat kerusakan pada balok sloof.
  2. Membuat balok perkuatan pada sloof yang mengalami patahan.
  3. Setelah perbaikan pada sloof, menambal retakan yang ada dengan menambah bonding agent.
  4. Plamur dan selanjutnya cat ulang dinding yang sudah ditambal.

 3. MENCEGAH RETAK PADA DINDING 

  1. Untuk mencegah dinding retak, gunakan bahan penyusun plesteran yang berkualitas baik, yaitu semen berkualitas baik dan pasir tidak bercampur tanah atau dapat juga menggunakan pasir putih.
  2. Sebagai alternatif, untuk plesteran yang berkualitas baik dapat menggunakan jenis plester instant yang memiliki campuran lebih homogen/merata dan daya rekat yang tinggi. Walaupun harganya relatif lebih mahal, tetapi sesuai dengan mutu yang diperoleh.
  3. Memberi waktu yang cukup antara proses plesteran dan pengacian (kira-kira 2 minggu/ 20 hari) dapat mencegah keretakan pada dinding. Hati-hati apabila mengerjakan pada musim hujan, karena diperlukan waktu pengeringan yang lebih lama.
  4. Proses pengadukan antara semen, pasir dan air harus homogen/ merata untuk mencegah keretakan. Untuk area basah, campuran semen : pasir adalah 1:2 atau 1:3. Untuk area bukan basah/ kondisi normal, gunakan campuran 1:6 atau 1:8.
  5. Perubahan suhu yang terus-menerus juga dapat mengakibatkan keretakan. Karena itu dinding eksterior perlu dilindungi oleh teritisan/ overstek dari sorotan matahari atau tampias air hujan.
  6. Keretakan juga sering terjadi pada sekeliling kusen pintu atau jendela kayu, karena terjadinya pemuaian dan penyusutan kayu. Karena itu gunakanlah kayu yang benar-benar kering (kayu oven), untuk memperkecil resiko muai-susut.
  7. Untuk lubang pintu atau jendela yang besar, gunakan susunan bata sistem rolaag yang berfungsi menopang beban susunan bata di atasnya. Sehingga kayu kusen jendela atau pintu tidak melengkung ketika menerima beban susunan bata di atasnya.

4. PERBAIKAN BANGUNAN PASCA GEMPA BUMI

Setelah gempa terjadi biasanya kita merasa kebingungan, apakah rumah kita masih layak dihuni atau tidak. Pada dasarnya sangat mudah, jika yang rusak hanya non strukturnya saja seperti tembok, eternit, bukan pada strukturnya seperti kolom atau balok, maka masih layak dipertahankan namun perlu perbaikan. Teknis Perbaikannya sesuai dengan kerusakannya, sebagai berikut :

1.Retak Rambut pada Dinding.

Disebut demikian karena sangat tipis dan lembut, retak ini lebarnya tidak lebih dari 1 mm, dan tidak tembus kesisi dinding lainnya, Penyebabnya : kurang sempurnanya pengerjaan, pengerjaan acian, plesteran tidak disiram dahulu, atau plesteran belum benar-benar kering, campuran untuk plester kurang sempurna, dapat juga akibat dari pemakaian cat yang tidak mempunyai elastisitas baik.

Solusinya :

Kupas seluruh cat, dengan menggunakan sekrap, kemudian diamplas sampai plamir benar benar hilang sampai terlihat acian dinding. Bersihkan dinding dengan lapisan yang basah untuk menghilangkan debu. Kwaskan wall sealer, dengan menggunakan kwas atau rol, untuk 1 liter wall sealer dapat menutup permukaan dinding 10-14 m2. Setelah kering (antara 2 – 3 jam), kemudian dinding di wall filler pada seluruh bagian dinding yg retak dengan menggunakan kape atau scrap, setelah benar- benar kering (waktu pengeringan 2 jam – 6 jam). Kemudian dinding didempul dan di amplasSetelah dinding diamplas, kwaskan lagi dengan wall sealer.Tahapan berikutnya adalah pengecatan.

5. Retak struktur

Retak yang lebarnya lebih dari 2 mm, dan tembus kesisi sebelahnya, retak struktur akibat dari pergerakan fondasi, yaitu penurunan fondasi dikarenakan daya dukung tanah tidak mampu mendukung beban yang diterima oleh fondasi, dapat juga disebabkan oleh fondasi atau sloof yang tidak mampu mendukung beban diatasnya karena kwalitas bahan untuk pembuatan fondasi ataupun sloof kurang baik atau cara pengerjaan yang kurang sempurna.

Solusinya :

Sebelum melakukan tindakan perbaikan harus diketahui dahulu kerusakan tersebut disebabkan oleh apa. Yaitu dengan cara menggali disisi dinding yang retak, apabilah disebabkan oleh tidak mampunya tanah mendukung beban yang diterima oleh fondasi ditandai dengan adanya patahan pada fondasi maupun sloof secara vertikal, untuk mencegah agar fondasi tidak turun kembali, dari sisi samping ditrucuk/dipancang dengan bambu diameter 10 cm panjang 100 cm dengan cara dipalu dg bodem.langka selanjutnya perbaikan fondasi yaitu dibongkar pada bagian yang retak, sebaiknya setelah dibongkar saat akan memasang kembali batu fondasi gunakan lem beton (Stirobond atau Calbond), untuk perbaikan sloof, betel sekitar 50 cm pada lokasi yang retak, kemudian tambahkan tulangan diameter 10 cm, saat melakukan pengecoran ulang , sebelum dicor sebaiknya gunakan lem beton. Perbaikan dinding dg cara plesteran dibetel selebar 5 cm pada lokasi yang retak, sebelum diplester kembali, lem dengan menggunakan lem beton.

6. Balok Beton Retak

Retak struktur pada balok memiliki pola vertikal atau diagonal, selain itu terdapat juga pola retak-retak rambut. Keretakan balok beton dapat dikategorikan menjadi retak struktur yang terdiri dari retak lentur yang memiliki pola vertikal/tegak biasanya disebabkan oleh beban yang melebihi kemampuan balok dan retak geser yang memiliki pola diagonal/miring biasa terjadi setelah adanya retak lentur yang memiliki pola vertikal. Retak geser juga dapat terjadi jika balok terkena gaya gempa. Selain itu keretakan balok dapat disebabkan proses pengerjaan yang kurang sempurna.

Solusinya :

Untuk balok beton yang di bawahnya terdapat dinding, dapat dibuat kolom/tiang kecil tambahan disekitar retakan. Fungsi kolom ini adalah untuk menopang balok dan membantu menyalurkan beban ke bawah/pondasi. Untuk balok beton yang di bawahnya tidak memungkinkan diberi kolom tambahan, pertama-tama diberi injeksi epoxy pada retakan, kemudian dilakukan pembesaran dimensi balok dengan perkuatan eksternal. Untuk retakan kecil, cukup dilakukan penambalan dengan plesteran. Tujuannya agar tulangan besi tidak berhubungan langsung dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

7. Kolom Retak

Keretakan pada kolom bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu : kerusakan yang sifatnya tidak membahayakan, sedang dan membahayakan bila tidak segera ditangani.

  1. Retak Geser : Retak dengan pola diagonal/miring pada kolom biasanya disebut retak geser, yang disebakan oleh gaya pada arah horisontal/datar. Retak geser seperti ini cukup membahayakan bila tidak segera di tangani, karena bisa menyebakan kolom roboh dan tidak mampu menopang bangunan.
  2. Retak Lentur : Retak dengan pola horisontal/datar biasanya disebut retak lentur, disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kolom. Seperti halnya retak geser, retak lentur perlu ditangani dengan cermat.
  3. Selimut Beton Terkelupas : Selimut beton pada kolom terkelupas, dapat disebakan oleh rendahnya kualitas/mutu beton yang digunakan, sehingga kekuatan beton terhadap tekanan berkurang dan selimut beton mudah pecah. Kontrol terhadap tahapan pembangunan sangat diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas beton.
  4. Tulangan bengkok : Kerusakan pada kolom dimana tulangan besi utama terlihat bengkok. Secara kasat mata terlihat kolom sedikit bengkok. Hal ini diakibatkan kurangnya jumlah dan atau kurangnya ukuran besi pengikat (sengkang).

Solusinya :

Untuk retak diagonal dan retak horisontal perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan kolom, apabila kolom masih cukup kuat cukup dilakukan grouting dengan cairan epoxy pada daerah tekan. Jika setelah di analisa kolom kurang kuat, maka diperlukan pelebaran ukuran kolom. Pelebaran ini dilakukan untuk memperkuat kolom sehingga mampu menahan beban di atasnya. Untuk retak-retak kecil, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

8. Keramik Pecah, Akibat Lantai Beton Retak

Pecahnya keramik lantai bisa disebabkan oleh beton di bawahnya. Lantai beton yang terkena beban yang melebihi kapasitasnya akan retak/pecah. Akibatnya lantai keramik yang menempel di atasnya turut retak/pecah. Adanya gempa menyebabkan lantai beton terkena gaya geser sehingga mengalami pergerakan. Gerakan ini juga dapat menyebabkan lantai keramik di atasnya retak/pecah. Penggunaan kualitas beton yang tidak memenuhi syarat. Misalnya komposisi campuran semen, pasir dan air yang tidak sesuai atau menggunakan air yang kotor dapat menyebabkan lantai beton retak. Kesalahan teknis dalam pengerjaan lantai beton, misalnya kekeliruan pada susunan.anyaman besi beton, posisi sambungan coran beton, perancah/bekisting dilepas sebelum beton cukup keras.

Solusinya :  

Lepaskan lantai keramik yang pecah dan kikis retakan pada lantai beton. Beri cairan kimia khusus untuk menutup retakan. Tutup kembali permukaan lantai beton yang sudah diperbaiki dengan keramik.

6.  Dinding Pagar Miring

Sering kita jumpai dinding pagar tembok yang miring atau hampir roboh. Tentu saja akan membahayakan bila dinding roboh dan menimpa lingkungan di sekitarnya atau orang yang melintas. Apa saja penyebab dinding pagar tembok roboh? Pertama letak pondasi kurang dalam sehingga tidak mampu menahan beban dinding pagar di atasnya, akibatnya dinding miring. Kedua, dinding pagar tembok terkena beban angin/dorongan yang besar. Adanya perubahan karateristik tanah di sekitar pondasi pagar yang mengakibatkan daya dukung tanah berkurang, sehingga memperlemah pondasi.

Solusinya :

Gali tanah di sekitar pondasi, luruskan pagar yang miring dengan penambahan perkuatan sementara, berupa penopang kayu/besi pada dinding pagar. Buat pondasi dan sloof di belakang pagar sebagai tempat dudukan kolom/tiang penopang. Buat kolom/tiang berbentuk segitiga untuk menahan kemiringan pagar. Ukuran tiang disesuaikan dengan beban dinding yang ditopang.

7.  Pondasi Batu Kali Turun

Penyebab :  

Lapisan tanah di bawah pondasi kurang padat/kurang keras sehingga tidak mampu menopang beban di atasnya. Ukuran pondasi kurang besar, tidak sesuai dengan beban bangunan di atasnya. Posisi/letak pondasi berada dalam sudut longsor tanah. Tanah mengalami perubahan karakteristik akibat kejadian alam seperti adanya liquifaction.

Solusinya : 

Buat pondasi baru yang berada dekat dengan pondasi yang turun. Tujuannya untuk membagi beban yang berlebih. Padatkan permukaan tanah di bawah pondasi yang baru dengan cara manual atau dengan bantuan mesin stamper sehingga daya dukung tanah meningkat. Perbaiki ketinggian balok dan dinding yang rusak akibat penurunan pondasi. Buat tiang di atas pondasi baru untuk menghentikan

Kriteria Rumah Sehat

Kriteria Rumah Sehat harus memiliki beberap komponen yaitu :


 

  1. Pondasi yang kuat guna meneruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan dan merupakan kontruksi penghubung antara bangunan dengan tanah.
  2. Lantai kedap air dan tahan air, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air untuk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu.
  3. memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai.
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar serta menjaga kerahasiaan ( privacy ) penghuninya.
  5. Langit – langit untuk menahan dan menyerap pansanya matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gypsum
  6. Atap rumah yang berfungi sebagai penahan sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.

Kepadatan Hunian

  1. Luas kamar tidur minimal 8 meter persegi dan tidak dianjurkan untuk lebih dari 2 orang untuk tidur

Penyediaan air

  1. Tersedia sarana penyedia air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter  per orang setiap harinya
  2. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan / atau air minum menurut PEMENKES 416 Tahun 1990 dan KEPMENKES 907 Tahun 2002.

Pembuangan Limbah

  1. Limbah cair yang berasal dari rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah
  2. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah

Bahan Bahan Bangunan. Tidak terbuat dari bahan – bahan yang melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan, anatara lain :

  1. Debu total kurang dari 150 mg  per meter persegi
  2. Asbestor kurang dari 0,5 serat per kubik, per 24 jam
  3. Timbal ( Pb ) kurang dari  300 gr per Kg bahan
  4. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen
  5. Komponen dan penataan ruangan
  6. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
  7. Dinding rumah memiliki ventilasi, dikamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan
  8. langit – langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
  9. Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petirnya
  10. Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya
  11. Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap

Pencahayaan

  1. Pencahayaan alam dan / atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi

Syarat syarat Rumah Sehat :


 

  • Lantai

Ada berbagai jenis lantai seperti : Ubin, keramik atau cukup tanah yang dipadatkan. penting disini bahwa lantai tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak becek pada musim hujan karena kedua hal tersebut merupakan sarangnya penyakit

  • Atap

Atap genteng bisanya digunakan didaerah perkotaan maupun pedesaan. Disamping itu atap genteng sangat cocok untuk daerah tropis dan terjangkau oleh masyarakat serta bahkan masyarakat bisa membuatnya sendiri. Bila atap seng maupun asbes  tidak cocok untuk rumah pedesaan, disamping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah

  • Ventilasi

Fungsinya :

  1. Menjaga agar aliran udara didalam rumah tersebut tetap segar.
  2. Membebaskan udara ruangan dari bakteri – bakteri terutama bakteri patogen karena disitulah selalu terjadi aliran udara yang teus menerus, bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir
  3. Untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap didalam kelembapan ( humidity ) yang optimum.

Ada 2 macam ventilasi :

  • Ventilasi yang alami

Dimana aliran udara pada ruangan terjadi secara alamiah  melalui jendela, pintu lubang angin, lubang lubang pada dinding dan sebagainya

  • Ventilasi yang buatan

Menggunakan alat alat khusus untuk mengalirkannya seperti kipas angin dan mesin pengisap udara

  • Cahaya

Rumah sehat memerlukan pencahayaan yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.

Cahaya dapat dibedakan menjadi 2 :

  • Cahaya yang alami

Yakni matahari,  Cahaya ini sangat penting karena membunuh bakteri patogen didalam rumah

  • Cahaya buatan

Yakni menggunakan sumber cahaya yang bukan alami seperti lampu minyak tanah, listrik dan api

  • Luas Bangunan Rumah

Luas bangunan rumah sehat harus cukupo dengan penghuni yang ada didalamnya artinya luas lantai bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya

  • Fasilitas fasilitas didalam rumah sehat :
  1. Penyediaan air bersih yang cukup
  2. Pembuangan limbah
  3. Pembuangan tinja
  4. Pembuangan sampah
  5. Fasilitas dapur
  6. Ruang berkumpul keluaraga
  7. Dan untuk rumah dipedesaaan lebih cocok adanya serambi

 

Rumah Instant

RUMAH
SEHAT SEJAHTERA : Rumah Modular Prefabrikasi

Cepat,
Mudah dan Ekonomis

 


Rumah modular prefabrikasi merupakan
konsep yang relatif baru di Indonesia. Dalam hal ini RSS memfokuskan pada
penggunaan komponen-komponen bangunan yang terbuat dari bahan baja. Sesuai
dengan namanya, seluruh komponen tersebut dimanufaktur terlebih dahulu di
pabrik. Komponen utama bangunan rumah dibuat dalam bentuk modul atau panel
dengan ukuran standar tertentu. Panel dinding merupakan sandwich panel dimana
bagian luar dan dalam dinding terbuat dari prepainted
galvanized steel
sedangkan bagian tengahnya diisi dengan bahan EPS/styrofoam yang berfungsi sebagai
insulasi untuk meredam panas dan suara.

 


Saat ini RSS menyediakan dua macam
ukuran panel dinding, lebar 1820 mm (tipe
ASRI
) dan 1150 mm (tipe CANTIK).
Secara umum satu ruangan dilengkapi dengan satu pintu dan dua jendela. Meskipun
demikian, ukuran minimal satu ruangan untuk tipe ASRI adalah 5460 mm x 3640 mm,
sedangkan untuk tipe CANTIK adalah 3450 mm x 3450 mm.

Dengan demikian ukuran ruangan atau
bangunan dapat dibuat berdasarkan kelipatan dari ukuran panel dinding tersebut
sehingga cukup fleksibel dalam memenuhi ukuran lebar dan panjang bangunan yang
dibutuhkan. Baik tipe ASRI maupun CANTIK, kedua-duanya menggunakan penutup atap
dari bahan prepainted metal coated steel
yang dilapisi dengan bahan insulasi PU (poly-urethane)
di bagian bawahnya sehingga bukan saja mempercantik penampilannya tapi juga
meredam panas dan suara.

 


 
Rumah modular prefabrikasi ini sangat
cocok untuk bangunan semi permanen di proyek-proyek bangunan
kantor/pabrik/gudang, daerah perkebunan, pertambangan dan gas/energi bahkan
daerah-daerah darurat yang terkena musibah atau bencana alam misalnya untuk
site-office, mess karyawan, kantin, sekolah, tempat tinggal darurat pengungsi,
klinik atau rumah sakit darurat dan sebagainya.

Rumah modular prefabrikasi memiliki
keunggulan dalam hal kecepatan dan kemudahan pemasangannya di lapangan. Laksana
produk knock-down, produk ini dapat dibongkar pasang dengan mudah sehingga
memungkinkan untuk pemakaian berulang-kali. Dengan demikian akan memberikan
nilai investasi yang tinggi.

 

Untuk Anda yang tertarik dan
membutuhkan informasi, silahkan hubungi Customer Service kami di (021) 5316 0519 atau kunjungi website www.rumahsejahtera.com

Email: sales@rumahsejahtera.com

 

Pemenang Rezeki SiMantap Indobuildtech 2014

Berbeda dengan awal-awal keikutsertaan SiMANTAP di INDOBUILDTECH EXPO 2014 di JCC – Jakarta, yang bertujuan mengenalkan produk – membangun awareness,  pada pameran kali ini PT TATALOGAM LESTARI menekankan pada peningkatan transaksi penjualan. Itu sebabnya berbagai upaya promosi dilakukan untuk untuk meraih omzet tinggi sesuai target yang dicanangkan. Diantaranya adalah; Harga special dengan diskon besar, hadiah langsung dan undian berhadiah; APPLE IPAD MINI, LED TV 32”, EMAS BATANGAN, HANDPHONE dan voucher produk ‘SAKURA PORT’ bernilai jutaan rupiah.

Animo masyarakat untuk bertransaksi di Booth Si MANTAP sangat besar. Ini di tunjukan dengan raihan omzet penjualan yang mengalami kenaikan sangat signifikan dibanding  omset pada pameran-pameran sebelumnya. Program promosi dengan tagline :

PRODUK HEBAT, HARGA HEMAT, BONUS BERLIPAT!

 mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk membeli produk-produk yang ditawarkan dengan harga yang bersahabat.

Dengan mengambil tempat di Booth SiMANTAP, Main Lobby LH2 Indobuildtech Expo 2014 – JCC Jakarta, pada tanggal 15 Juni 2014 dilaksanakan acara Pengundian

REZEKI SiMANTAP INDOBUILDTECH EXPO 2014.

Pada Proses pengundian secara terbuka dan dilakukan secara elektronik oleh pengunjung yang hadir, telah terpilih pemenang – pemenangnya, yaitu sebagai berikut :

1.  Apple  iPad Mini

:

Bambang Suseno – Purwokerto ;

2. Voucher Sakura Port :

a. Effendi S – Jakarta,

b. PT Mega Beton – Jakarta,

c. Purwanto – Jakarta ;

3. LED TV Samsung 32” :

Toko Roda Mas – Sukabumi ;

4. Emas Batangan @ 5 gram

:

a. CV Varian Jaya Kusuma – Cirebon,

b. Antonius Harianto – Pangkal Pinang ;

5. HP Samsung Young : Yusfiardi Thamrin – Jakarta.

Seluruh pemenang akan diumumkan di website www.tatalogam.com

dan dihubungi secara resmi oleh PT TATALOGAM LESTARI.

Pemenang tidak dipungut biaya apapun,   hati-hati terhadap penipuan. SELAMAT untuk semua pemenang !!!