Cara sederhana menghitung kebutuhan Baja Ringan

Cara sederhana menghitung baja ringan yang digunakan biasanya memakai rumus cosinus. Seperti :

A. Atap Pelana

Atap Pelana ialah model tipe atap rumah yang memiliki sisi miring hanya dibagian samping.

Samping kanan dan kiri segitiga adalah sisi yang di hitung, yang garis bawah hitam adalah oversteck atau gimbalan ( Biasanya ke depan dan ke samping, berarti ada 4 oversteck ) dan segitiga yang berwarna adalah gewel yang biasanya terbuat dari bata, sedang garis putih ditengah segitiga adalah tinggi gewel

Untuk cara perhitungannya :

Ketahui  tinggi segitiga atau gewel, biasanya untuk rumah pribadi. Untuk mengetahui tinggi gewel digunakan rumus 1/3 lebar + oversteck.

Misal rumah 7 m x 11 m dengan overstect 0,5 m disetiap sisi. Karena ada sisi depan dan belakang dan samping ada 2 yakni kanan dan kiri jadi.

7 + 0.5 + 0.5 = 8 m

11 + 0.5 + 0.5 = 12 m

Tinggal kita cari tinggi gewel

1/3 dari 8 adalah 2.66 m atau dengan cara menghitung dengan derajat

1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = 2.4 m

Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang 2.4 m

Hitung sisi miring gewel / segitiga

( 2.4 x 2.4 ) + ( 4 x 4 ) = 5.76 + 16 = 21.76 akar kuadrat 21.76 = 4.66 m

Penjelasan :

( 2.4 x 2.4 ) adalah tinggi gewel / segitiga ( gewel x gewel )

( 4 x 4 ) adalah setengah alas segitiga dikalikan sama ( Sa x Sa )

Sa = Setengah Alas

Tinggal dikalikan.

Sisi miring gewel x panjang rumah = ( 4.66 m x 12 m ) x 2 = 111.84

Total Luas Rumah adalah 111.84


 

Misal

Misalkan rumah diatas jarak kuda – kuda adalah 120 =1.2 m maka c yang dibutuhkan untuk membuat kuda – kuda adalah

Panjang rumah tanpa oversteck = 11 maka panjang dibagi jarak kuda – kuda= 11m / 1.2m = 9

9 x 4.66 ( sisi miring ) =41.94 ada dua sisi jadi dikali 2 maka 41.94 x 2 = 83.88

Ada sisi tumpuan kuda – kuda mengikuti lebar bangunan 8 x 9 = 72

Ada yang disebut cremona ( yang ada ditengah segitiga / gewel )

Dalam kasus ini kita asumsikan 14 m per kuda – kuda karena ada 9 jadi kita kalikan 9 x 14 m = 126

Sekarang tambahkan 83.88 + 72 + 126 = 281.88

Setiap C atau usuk yang dibeli dipasaran memiliki panjang 6 m. Jadi  281.88 atau kita bulatkan 282 / 6 = 47 C


 

Reng biasanya mengikuti jarak dari genteng.

Misalkan kita menggunakan Genteng beton flat, maka jarak Genteng flat yang umum saat ini sekita 0.32 m atau 32 cm.

Panjang bangunan adalah 12 m dan lebar pada suatu sisi adalah 4.66. Jadi kurang lebih begini perhitungannya 4.66 m x 0.32 m = 14,56 x 12 x 2 sisi = 394.44

Untuk reng panjangnya sama dengan C yakni 6 m per batang. Kita kalkulasi sekarang.

349.44 / 6 = 58.24 dibulatkan jadi 59 batang


Kita akan membandingkan perhitungan yang diatas dengan menggunakan perhitungan ini :

Panjang x lebar = 7 m + oversteck x 11 m + oversteck dengan 30 derajat. perhitungan hanya dengan mengalikan panjang x lebar / 30 derajat jadi  8 m x 12 m = 96 m2 : 0.866 = 110.85 m2

cosinus 30 = 0.866

cosinus 35 = 0.819

cosinus 40 = 0.766

cosinus 45 = 0.707

Mari kita gunakan rumah yang sama dengan diatas :

Panjang 11 m dan lebar 7 m dengan overstect 0.5 m setiap sisi dan dengan 30 derajat

Perhitungannya : 12 x 8 m x 1.3 = 124.80 m2


B. Atap Jurai

Sebenarnya hampir sam untuk perhitungan rangka atap model jurai ( Miring )

Talang Jurai

Pertama kali yang harus kita hitung ialah luas segitiga dan trapesium

Kita samakan panjang dan lebar dari bangunan diatas ialah 7 m x 11 m dengan oversteck 0.5 disetiap sisi dan ketinggian 30 derajat. maka perhitungannya seperti ini :

Sisi miring bangunan tersebut ialah 4.66 m jadi bisa kita simpulkan jurai  depan, jurai belakang, jurai kanan dan jurai kiri adalah 4.66 m2


 

Sekarang kita cari luas segitiga

Luas segitigan ada si sisi 2 dan 4

Rumus luas segitiga adalah 1/2 alas x tinggi

Tinggi dalam hal ini diambil alih oleh jurai. jurai yang dihitung tadi ketemu 4.66 sedangkan panjang bentangan ( Luas Rumah ) 8 m jadi 4 x 4.66 karena ada 2 sisi maka 18.4 x 2 = 37.28 m2


 

Luas Trapesium kita hitung dengan hitungan yang sama yaitu :

( Panjang bawah + panjang atas) / 2) x panjang jurai

Panjang bawah otomatis panjang bangunan + oversteck sedangkan panjang atas ( tengah ) yaitu panjang bangunan – lebar

12 m – 8 m = 4 m

Jadi (( 12 + 4 m)/2) x 4 .66 m x 2 74.56m2

Luas total adalah luas trapesium + luas semua segitiga =

74.56 m2 + 37.28 m2 = 111.84 m2

Semoga Informasi ini berguna buat anda


 

Ingat Bahwa setiap pemasangan baja ringan memerlukan perhitungan dan pemasangan yang tepat agar tidak menimbulkan runtuhnya atau patah terhadap baja ringan.


 

 

 

 

 

Perbedaan Bahan COLORBOND, ZINCALUME, GALVALUME, DAN COLORBOND

COLORBOND G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis warna Clean COLORBOND adalah produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang, memiliki daya tahan yang kuat dan tersedia dalam berbagai macam warna yang menarik.Baja lapis warna Clean COLORBOND dibuat dengan menggunakan baja lapis  ZINCALUME sebagai bahan dasar, yang mengandung seng dan aluminium dalam lapisannya yang memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi.Pertama tama, baja tersebut dilapisi oleh lapisan konversi (Conversion coat). Lapisan ini berguna sebagai lapisan pengikat antara permukaan baja dan lapisan cat di atasnya untuk mencegah terjadinya pengelupasan cat. Setelah itu, dilapisi oleh lapisan primer. Lapisan primer ini berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk mencegah terjadinya korosi. Terakhir baru dilapisi dengan lapisan cat warna. Proses pengecatan sampai selesai dikontrol dengan komputer untuk mencegah perubahan warna yang dapat terjadi pada produk Clean COLORBOND yang digunakan dalam beberapa waktu yang lama. Dalam menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada formulasi lapisan dapat dirubah. Hal inilah yang membuat baja lapis warna Clean COLORBOND dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi dan lingkungan.

ZINCALUME G-550 (Hi-Ten)
Baja lapis ZINCALUME merupakan baja lembaran lapis logam paduan dengan komposisi 55% Aluminium dan 45% Seng. Komposisi ini memberikan perlindungan yang prima sehingga baja ini cocok untuk berbagai aplikasi bangungan dan manufaktur. Dengan biaya yang setara, baja lapisZINCALUME memberikan usia pakai 2 hingga 6 kali lebih lama dibandingkan dengan baja lapis Galvanis pada aplikasi yang sama. Baja lapis  ZINCALUME memiliki lapisan resin jernih yang membuat permukaannya mudah di cat, mencegah goresan dan bercak tangan. Bersamaan dengan itu lapisan pasivasinya menjamin permukaannya yang keperak-perakan tetap terjaga. Tampilannya yang mengkilap memberikan daya pantul cahaya dan panas yang tinggi. Daya tahan panasnya mencapai 315 derajat celcius tanpa mengalami perubahan warna pada permukaannya, sehingga sangat cocok dipergunakan untuk atap bangunan anda.
GALVALUME
GALVALUME adalah singkatan dari GALVANIS dan ALUMINIUM
Bahan GALVALUME merujuk pada material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur alumunium dan zinc. Untuk galvalum finishing coatingnya terdiri dari: 55% aluminium, 43,5% zinc dan 1,5% silikon.
Material baja ringan galvalum inilah yang popular dengan sebutan zincalume, salah satu merek dagang Bluescope Steel Ltd, rodusen baja ringan dengan lapisan Zinc dan Aluminium.
Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan dengan Zinc yang keras menjadikan kombinasi dari kedua bahan tersebut lebih tahan karat, kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan Galvanis.
GALVANIS
GALVANIS adalah istilah untuk BAJA RINGAN yang diberi lapisan seng (zinc). Sedangkan galvanisasi merupakan  proses aplikasi pelapisan seng pelindung pada baja. Untuk galvanis finishing coatingnya terdiri dari: 98% zinc dan 2% alumunium. Lapisan tersebut ditujukan untuk mencegah galvanis korosi dan berkarat.
Galvanisasi dengan produk akhirnya yang sering disebut sebagai GALVANIS, melibatkan proses elektrodeposisi dan elektrokimia, metode yang paling lazim digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, dimana bagian-bagian baja direndam dalam bak seng cair.
Metode galvanisasi ini sudah dilakukan sejak abad ke 19, dan dipatenkan di Paris oleh Stanislas Sorel di tahun 1837. Istilah galvanis sendiri diambil dari nama seorang ilmuwan berkebangsaan Italia Luigi Galvani.
Ada 3 metode pengujian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan baja lapis dalam menghadapi korosi :
1. UJI PENYEMPROTAN LARUTAN GARAM (Salt Spray Testing)
Pengujian laboratorium ini dilakukan dengan mengacu kepada metode pengujian ASTM B117 dan AS 1580. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 2000 jam disemprot oleh larutan garam, ZINCAKUME steel tetap memiliki tampilan yang jauh lebih baik di bandingkan dengan baja galvanis yang disemprot larutan garam walaupun hanya selama 240 jam saja!
2. UJI WILAYAH PANTAI (Severe Marine Exposure)
Setelah 6 tahun diuji dengan terkena cahaya langsung di wilayah pantai Bellambai Point, Baja galvanis sudah sangat kentara kehilangan lapisannya dan disertai pula oleh munculnya karat merah di lapisan teratasnya. Sedangkan ZINCALUME steel masih tetap dalam kondisi yang baik tanpa sedikitpun mengalami tanda-tanda korosi.
3. UJI LAPANGAN (Actual Field Testing)
Setelah 20 tahun terpasang di sebuah bangunan, tampak nyata bahwa atap yang terbuat dari ZINCALUME steel masih dalam kondisi sangat baik, sedangkan atap yang terbuat dari baja Galvanis sudah menunjukkan munculnya karat merah yang signifikan.
KELEBIHAN ZINCALUME STEEL
1. Tahan terhadap korosi
Komposisi terbaik Zinc dan aluminiumnya mampu memiliki kekuatan empat kali lebih baik dari baja galvanis pada kondisi yang sama
2. Lebih ekonomis
ZINCALUME Steel sangat ringan, memberikan anda meter per segi yang lebih luas untuk setiap Tonnya.
3. Mudah dibentuk
Mudah dibentuk sehingga memberikan banyak kemudahan dalam mendesain aplikasi produk
4. Penampilan atraktif
Permukaan ZINCALUME steel yang dipenuhi kembangan yang halus memberikan penampilan yang berbeda dan
sangat menarik
5. LAPISAN RESIN
ZINCALUME Steel memiliki lapisan yang bersih, sehingga memberikan tampilan yang indah dengan permukaan akhir yang lembut sehingga mudah dalam proses pewarnaan dan tahan, tidak mudah terkena noda. Dengan ZINCALUME Steel, kita juga tidak perlu mengolesi minyak sebelum di bentuk. Ini semua membuat ZINCALUME steel tidak licin dan mudah dipegang
6. Tahan terhadap suhu tinggi
Hasil proses pada suhu permukaan yang mencapai 600F° membuat ZINCALUME steel mampu bertahan terhadap suhu tinggi tanpa takut akan terjadinya pemudaran warna
7. Kemampuan memantulkan panas
ZINCALUME steel memiliki kemampuan tinggi untuk memantulkan panas dan cahaya.

 

Beberapa hal yang perlu kita ketahui seputar rumah

  1. Pondasi rumah – Ada berbagai macam pondasi, pondasi lajur untuk rumah 1 lantai, pondasi cakar ayam untuk rumah tingkat, untuk rumah standar cukup itu, karena untuk bangunan selain rumah masih ada lagi variasi pondasi sesuai kebutuhannya. Gunakan batu kali utk kualitas prima dengan kedalaman 60 cm, untuk menghemat biar murah alternatifnya adalah batu putih atau batu gunung, bisa juga dengan menggunakan batako atau batubata jika tidak ada dana untuk membeli batu. Yang penting Anda paham kualitas juga akan mengikuti harga.
  2. Pemilihan rangka baja – Gunakan besi minimal ukuran 8mm untuk rumah standar 1 lantai, atau jika terpaksa lantai atas rumah tingkat masih bisa menggunakan 8 mm untuk tiang bantu (bukan tiang utama) seperti kolom pada dinding kamar atau pertemuan sudut-sudut ruang, jika Anda mampu membeli lebih besar lebih baik misal 8 mm atau 10 mm.
  3. Kusen dan jendela serta pintu – Pilihlah jati jika Anda mampu membeli, atau untuk daerah luar jawa dapat menggunakan kayu Bengkirai. Jika ingin lebih murah, bisa menggunakan kayu mahoni, kayu mahoni warnanya bagus dan juga cukup kuat untuk kusen, jendela, dan pintu. Jika masih belum cukup murah, Anda bisa menggunakna alternatif kayu lain seperti nangka, akasia, dll. Meskipun kualitas lebih rendah jika diolah dengan baik seperti kayu cukup kering kemudian segera dicat (tidak membiarkan kena panas dan air hujan setelah dipasang di rumah), maka kayu akan tetap terjaga kualitasnya meskipun masih lebih rendah dari kayu kelas jati dan bengkirai.
  4. Dinding – Dinding bahan dari bata adalah yang terbaik untuk bangunan rumah beton, meskipun tetap harus jeli memilih bata, karena tergantung jenis tanah dan proses pembakarannya. Jika ingin biayanya murah, gunakan batako, batako sudah cukup kuat, dan keindahannya pun sama dengan bata jika sudah diplester karena nanti tidak akan kelihatan, menggunakan batako jauh lebih murah. Untuk dinding ruangan dalam, agar biayanya lebih murah lagi, Anda dapat menggunakan board, board dibuat dari fiber semen bukan asbes sehingga aman untuk kesehatan. Hasil finishing juga sangat bagus setelah dicat, bahan ini sering sekali digunakan untuk partisi ruangan di kantor-kantor.

Lantai

Lantai yang paling nyaman tentunya adalah lantai keramik, selain kuat lantai ini juga enak dipandang, tapi karena biaya itu sangat menentukan suatu bangunan, maka kita harus pintar memilih agar kita tetap dapat membangun rumah tapi dengan biaya yang murah meriah.
Kita mulai dulu dari lantai keramik, ada berbagai macam jenis keramik, dari ukurannya lantai rumah dapat menggunakan 30 x 30, atau 40 x 40, atau 50 x 50, saya juga pernah menemukan ada 45 x 45 tapi jarang, masih ada yang lebih besar 60 x 60 tapi ini lebih cocok untuk bangunan yang besar. Umumnya rumah 1 lantai atau 2 lantai menggunakan keramik 40 cm.
Menggunakan keramik membutuhkan biaya bukan hanya untuk beli keramik saja, tapi pengerjaan yang butuh waktu agar hasilnya rapi membuat biaya upahnya jadi lebih tinggi, begitu pula adukan semen, akan berbeda dengan dinding bagian atas, karena untuk menghindari kelembaban dari meresapnya air dari bawah, campuran pasir dan semen juga berbeda, misalkan 1:6 atau 1:5, karena jika terlalu sedikit semen, jika tanahnya di daerah lembab makan akan ada kecenderungan meresapnya air meskipun tidak seberapa karena keramik sudah sangat padat.

Lantai semen tanpa keramik

Jika belum ada uang untuk membeli keramik, Anda dapat membuat lantai dengan semen biasa, agar tidak kasar, buatlah sehalus mungkin seperti acian pada dinding, agar mudah dibersihkan, disapu, dan dipel. Untuk memperindahnya Anda dapat menggunakan karpet platik, sehingga suasana lantai akan indah seperti layaknya lantai keramik.
Lantai tanpa keramik ini akan lebih sering lembab apalagi jika adukan semennya hanya standar atau bahkan dihemat sehingga air akan dengan mudah masuk melalui pori-porinya. Baik lantai tanpa keramik maupun menggunakan keramik, biasanya ketebalan semennya berkisar antara 3 – 5 cm.

Lantai kayu

Di beberapa daerah seperti luar jawa masih ada yang menggunakan lantai dari susunan kayu, meskipun sekarang ini sudah ditinggalkan, bukan karena tidak bagus, tapi karena kayu itu sendiri yang sudah sulit didapat dan harganya pun mahal jika masih ada.

Lantai konblok

Bahan ini dapat Anda gunakan untuk lantai dapur atau area terbuka belakang tempat menaruh mesin cuci, tempat cucian piring, maupun kompor. Biayanya akan lebih hemat dan murah karena hanya disusun saja dan dapat digunakan lagi lain waktu meskipun harus Anda bongkar-bongkar.

Kamar mandi

Lantai kamar mandi

Khusus kamar mandi, gunakan adukan semen pasir 1:2 untuk lantai dan 1:4 untuk separuh dinding bagian bawah. Ini berfungsi untuk mencegah air meresap dan merembes ke bagian luar kamar mandi.

Pintu kamar mandi

Pintu kamar mandi dapat menggunakan fiber, ada harga murah ada juga yang mahal, yang murah ada yang hanya 80.000, bila ingin lebih murah lagi buat saja sendiri dengan kayu reng dan seng.

Pipa sanitasi

Sanitasi itu sangat penting, tidak bisa dihindari, ini harus ada. Tapi harga pipa pvc lumayan, tapi bila Anda ingin murah, belilah pipa pvc merek biasa, meskipun ini rawan pecah, solusinya adalah untuk pipa saluran dari wc dan juga pembuangan sisa air mandi dapat Anda cor dengan campuran pasir semen standar, ini akan lebih hemat, saluran tetap menggunakan pipa pvc tapi tidak akan pecah karena sudah dilindungi oleh cor disekelilingnya.

Atap

Atap terdiri dari rangka atap dan atap, rangka atap dapat terbuat dari bahan kayu maupun logam. Bahan kayu sudah umum digunakan, di daerah jawa rata-rata menggunakan kayu glugu (kayu dari pohon kelapa), penggunaan kayu glugu karena harganya lebih murah tapi daya tahannya cukup kuat. Pilihlah kayu glugu yang warnanya kemerahan karena lebih tua sehingga lebih keras, Anda juga dapat mengukur kualitasnya dengan mencoba menekannya menggunakan kuku atau paku apakah kayu tersebut keras atau rapuh. Kayu glugu tersebut digunakan sebagai rangka utama, kemudian jika menggunakan atap genteng Anda membutuhkan reng, ada berbagai macam variasi kayu yang bisa untuk reng, seperti kayu dari pohon melinjo, ini yang cukup murah dan umum digunakan, bila ingin lebih kuat pilihlah reng dari kayu akasia, atau lebih baik lagi menggunakan kayu kalimantan seperti bengkirai, sesuaikan kayu reng dengan rangka utama atap agar kekuatannya seimbang.
Dalam membangun rumah sendiri Anda dapat memilih atap berupa genteng keramik, genteng beton, atau asbes. Masing-masing memiliki kelebihan, tentang atap akan kita ulas di artikel yang berbeda saja.

Pondasi

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.

Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.

Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi :

  1. Keadaan tanah pondasi
  2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
  3. Keadaan daerah sekitar lokasi
  4. Waktu dan biaya pekerjaan
  5. Kokoh, kaku dan kuat

Jenis pondasi biasanya adalah :

a.Pondasi batu kali
– Pondasi menerus
– Pondasi setempat
– Pondasi dengan kolom cakar ayam
b. Pondasi sloof beton
c. Pondasi plat jalur beton

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.
Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.
Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, Adalah :

  1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
  2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
  3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

Cakar ayam untuk bangunan berlantai 2 paling minim dengan ukuran 60 x 60cm dengan diameter besi 10 mm dan tentunya semakin besar akan semakin bagus.

Pondasi dengan menggunakan batu kali lebar bawah 60 cm, lebar atas 25 cm, dan tinggi 60 cm.

Adapun ketentuan teknis tentang pondasi untuk batu kali :

  1.  Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap, yaitu ditempatkan pada tanah keras, dasar pondasi diletakkan lebih dalam dari 45 cm dibawah permukaan tanah.
  2. Seluruh badan pondasi harus tertanam dalam tanah.
  3. Pondasi harus dihubungkan dengan balok pondasi atau sloof, baik pada pondasi setempat maupun pondasi menerus.
  4. Balok pondasi harus diangkerkan pada pondasinya, dengan jarak angker setiap 1,50 meter dengan baja tulangan diameter 12 cm.
  5. Pondasi tidak boleh diletakkan terlalu dekan dengan dinding tebing, untuk mencegahlongsor, tebing diberi dinding penahan yang terbuat dari pasangan atau turap bambu maupun kayu.

Sedangkan untuk perkuatan beton bertulang yaitu :

  1. Kolom praktis 13 x 13 cm menggunakan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  2. Balok sloof 13 x 20 cm dengan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  3. Balok ring 13 x 15 cm tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak 150 mm.

Begel harus dibengkokkan 135 derajat dengan kait sekitar 10 kali diameter begel.
Mutu campuran beton dianjurkan menggunakan perbandingan 1 PC : 2 Pasir : 3 Kerikil.
Pencampuran bahan menggunakan air sebanyak 0,5 bagian.

Apabila anda sedang merencanakan membangun rumah lantai 2, berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pondasi rumah 2 lantai yang tepat :

  1. Jenis kepadatan tanah

Hal pertama yang harus anda lakukan sebelum membuat pondasi rumah 2 lantai adalah menentukan kepadatan dan juga jenis tanah bangunan anda. Jika struktur tanah bangunan anda keras, maka anda bisa menggunakan pondasi yang berukuran kecil. Dan jika struktur tanahnya lembek atau lunak, maka anda bisa memilih pondasi cakar ayam.

2. Menentukan bangunan rumah dan arsitektur

Hal ini dikarenakan bangunan yang tanpa perencanaan akan menghasilkan bentuk bangunan yang tidak sesuai dan juga membutuhkan material berat sehingga akan menambah beban bangunan rumah anda. Oleh sebab itu, anda harus terlebih dahulu merancangnya baru kemudian menentukan jenis pondasi rumah 2 lantai.

3. Waktu berdirinya rumah

Perencanaan waktu berdirinya rumah juga sangat diperhatikan sebelum membuat pondasi rumah 2 lantai. Apabila anda merencanakan membangun rumah yang bisa berdiri sampai dengan usia puluhan tahun, maka anda bisa memilih pondasi yang mempunyai kualitas bagus.

Jenis pondasi rumah 2 lantai

Setelah mengetahui hal apa saja yang harus anda perhatikan dalam membuat pondasi rumah 2 lantai, berikut ini beberapa rekomendasi jenis pondasi yang bisa digunakan :

  1. Pondasi rumah 2 lantai batu kali

Pondasi menggunakan material batu kali merupakan pondasi yang sangat cocok anda gunakan. Pasalnya, pondasi yang disusun dengan menggunakan batu kali dapat meningkatkan konstruksi tiang beton. Untuk bengunan rumah 2 lantai anda bisa menggunakan sloof dengan ukuran 20 x 30.

2. Pondasi rumah 2 lantai cakar ayam

Selain pondasi batu kali, pondasi cakar ayam juga tepat digunakan. Pondasi cakar ayam adalah pondasi yang mana kaki beton yang digunakan mempunyai kelebaran tertentu dan diposisikan pada struktur utamanya.

 

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Kolom, cara pengecoran dan bahan – bahan untuk dinding

Perbedaan Kolom Praktis dan Kolom Uatam
Perbedaan Kolom Praktis dan Kolom Utama

Kolom :

Batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya.

Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Jenis-jenis Kolom
Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986) jenis-jenis kolom ada tiga:

1. Kolom ikat (tie column)
2. Kolom spiral (spiral column)
3. Kolom komposit (composite column)

Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :

1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.

2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.

3. Struktur kolom komposit merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.
Kolom Utama
Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d 12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).

Kolom Praktis
Adalah kolom yang berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut). Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20. Letak kolom dalam konstruksi. Kolom portal harus dibuat terus menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom-kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap-tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. Perubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama. Prinsip penerusan gaya pada kolom pondasi adalah balok portal merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung. Hubungan balok dan kolom adalah jepit-jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horisontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh ditambah tebalnya.

Dasar- dasar Perhitungan

Menurut SNI-03-2847-2002 ada empat ketentuen terkait perhitungan kolom:

1. Kolom harus direncanakan untuk memikul beban aksial terfaktor yang bekerja pada semua lantai atau atap dan momen maksimum yang berasal dari beban terfaktor pada satu bentang terdekat dari lantai atau atap yang ditinjau. Kombinasi pembebanan yang menghasilkan rasio maksimum dari momen terhadap beban aksial juga harus diperhitungkan.

2. Pada konstruksi rangka atau struktur menerus pengaruh dari adanya beban tak seimbang pada lantai atau atap terhadap kolom luar atau dalam harus diperhitungkan. Demilkian pula pengaruh dari beban eksentris karena sebab lainnya juga harus diperhitungkan.

3. Dalam menghitung momen akibat beban gravitasi yang bekerja pada kolom, ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap jepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.

4. Momen-momen yang bekerja pada setiap level lantai atau atap harus didistribusikan pada kolom di atas dan di bawah lantai tersebut berdasarkan kekakuan relative kolom dengan juga memperhatikan kondisi kekekangan pada ujung kolom.

Adapun dasar-dasar perhitungannya sebagai berikut:
1. Kuat perlu
2. Kuat rancang

Pekerjaan Kolom 

Prosesnya adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan lantai kerja dan beton decking.
Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar dan spesifikasi. Digunakan beton decking untuk menjaga posisi tulangan dan memberikan selimut beton yang cukup.

2. Pekerjaan pembesian.
Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah lantai kerja siap maka besi tulangan yang telah terfabrikasi siap dipasang dan dirangkai di lokasi. Pembesian pile cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian sloof. Panjang penjangkaran dipasang 30 x diameter tulangan utama.

3. Pekerjaan bekisting.
Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.

4. Pekerjaan kontrol kualitas.
Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua tahap yaitu :

  •   Sebelum pengecoran.

Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap :
• Posisi dan kondisi bekisting.
• Posisi dan penempatan pembesian.
• Jarak antar tulangan.
• Panjang penjangkaran.
• Ketebalan beton decking.
• Ukuran baja tulangan yang digunakan.
• Posisi penempatan water stop

  •   Pada saat pengecoran.

Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi.
Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.

5. Pekerjaan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan Concrete Pump Truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan Bonding Agent.

6. Pekerjaan curing
Curing dilakukan sehari ( 24 jam ) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.
Jadi, untuk kolom pada bangunan berlantai 2 atau lebih, di butuhkan kolom yang kuat dan kokoh sebagai dasar penopang beban yang besar dari atas, kolom yang baik untuk bangunan ini adalah dengan ukuran 30/40 atau 40/40 ke atas. Ukuran kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan pada beban bangunan.

Balok untuk bangunan berlantai 2
Agar dalam penggambaran konstruksi beton bertulang untuk balok sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam konstruksi beton bertulang.
Menggambar penulangan balok agak sedikit berbeda dengan menggambar penulangan pelat atap/lantai, karena dalam menggambar penulangan balok, tulangannya harus dibuka satu persatu ( harus digambarkan bukaan tulangan) agar kelihatan jelas susunan tulangan-tulangan yang digunakan dan bentuknya.

Tulangan yang dipilih luasnya harus desuai dengan luas tulangan yang dibutuhkan serta memenuhi persyaratan konstruksi beton bertulang.

• Setiap sudut balok harus ada 1 (satu) batang tulangan sepanjang balok
• Diameter tulangan pokok minimal Ø 12 mm
• Jarak pusat ke pusat (sumbu ke sumbu) tulangan pokok maksimal 15 cm dan jarak bersih 3 cm pada bagian-bagian yang memikul momen maksimal.
• Hindarkan pemasangan tulangan dalam 2 (dua) lapis untuk tulangan pokok.
• Jika jarak tulangan atas dan tulangan bawah (tulangan pokok) dibagian samping lebih dari 30 cm, harus dipasang tulangan ekstra (montage)
• Tulangan ekstra (montage) untuk balok tinggi (untuk balok yang tingginya 90 cm atau lebih luasnya minimal 10 % luas tulangan pokok tarik yang terbesar dengan diameter minimal 8 mm untuk baja lunak dan 6 mm untuk baja keras
Selimut beton (beton deking) pada balok minimal untuk kontruksi
• Di dalam : 2.0 cm
• Di luar : 2.5 cm
• Tidak kelihatan : 3.0 cm
Apabila tegangan geser beton yang bekerja lebih kecil dari tegangan geser beton yang diijinkan, jarak sengkang / beugel dapat diatur menurut peraturan beton dengan jarak masimal selebar balok dalam segala hal tidak boleh lebih dari 30 cm.
Jika tegangan geser beton yang bekerja lebih besar dari tegangan geser beton yang diijinkan, maka untuk memikul / menahan tegangan yang bekerja tersebut ada 2 (dua) cara:
• Tegangan geser yang bekerja tersebut seluruhnya (100 %) dapat ditahan/dipikul oleh sengkang-sengkang atau oleh tulangan serong / miring sesuai dengan perhitungan yang berlaku.
• Apabila tegangan geser yang bekerja tersebut ditahan / dipikul oleh kombinasi dari sengkang-sengkang dan tulangan serong / miring (sengkang-sengkang dipasang bersama-sama dengan tulangan serong / miring atau dengan kata lain sengkang bekerjasama dengan tulangan serong), maka 50 % dari tegangan yang bekerja tersebut harus dipikul / ditahan oleh sengkang-sengkang dan sisinya ditahan / dipikul oleh tulangan serong/miring.
Tulangan tumpuan harus dipasang simetris (tulangan tumpuan bawah harus dipasang minimal sama dengan tulangan tumpuan atas).
Kolom untuk bangunan lantai 2

Yang perlu mendapatkan perhatian dalam menggambar penulangan kolom antara lain:

• Penyambungan kolom di atas balok atau sloof
• Seperempat tinggi kolom jarak sengkang lebih rapat dari pada bagian tengah kolom
• Lebar kolom lebih dari 30 cm diberi tulangan tambahan di tengah-tengah lebar
• Minimal tulangan pokok kolom menggunakan diameter 12 mm
Bahan – Bahan Dinding

  •   DINDING BATA

Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural). Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)

  • DINDING BATAKO

Batako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1), kadang – kadang ditambah PC. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah, penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% – beban pondasi berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.
Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
1. Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.
2. Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
3. Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
4. Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
5. Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.