Tips merawat dan menyimpan Baja ringan

Baja ringan  yang kita gunakan memang memiliki lapisan yang dapat menahan Karat. Kunci anti karat itu sendiri terletak pada lapisan yang melingkupi Permukaan Baja Ringan. Lapisan Alumunium Zinc beserta senyawa lainnya mampu dan cukup ampuh dalam menahan dan mencegah korosi terjadi didalam baja ringan. Namun disaat lapisan itu terbuka atau terkelupas maka karat bisa muncul.

Jadi ada beberapa langkah untuk pencegahan dan cara mengatasi karatan pada Baja Ringan :

  1. Usahakan Menyimpan dalam keadaan kering maka gunakan alas penumpu agar tidak berhubungan langsung dengan tanah atau genangan air.
  2. Apabila disimpan ditempat terbuka, Baja ringan disusun / ditumpuk diatas alas penumpu secara miring untuk menghindari genangan air dan menutupnya dengan plastik. Kenapa diharapkan diposisikan miring agar air tidak menggenang diatasnya.

Ada beberapa hal yang perlu anda hindari saat memasang atau menggunakan baja ringan yaitu :

  1. Hujan dan panas
    1. Atap baja ringan bukanlah material untuk eksterior. Jadi tidak disarankan untuk terkena panas dan hujan secara terus menerus. Terpaan cuaca tersebut lambat laun akan mengurangi daya tahan lapisan yang menahan karat pada baja ringan itu. Akibatnya akan muncul korosi yang lebih cepat dari garansi yang diberikan. Saat proses pemasangan, tempatkan baja ringan dalam ruang tertutup yang terhindar dari sinar matahari dan hujan. Hindari pengerjaan di kala musim penghujan mulai tiba.
  2. Air semen
    1. Diusahakan untuk menjauhkan dan menghindari baja ringan terkena adonan semen. Menempelnya air semen pada permukaan baja ringan akan menghasilkan reaksi kimia dan berpotensi merusak lapisan yang menahan karat. Khususnya jenis baja ringan dengan lapisan antikarat berjenis Zinc (galvanis).
    2. Saat tahap konstruksi berlangsung, diusahakan melindung atau menghindari baja ringan dari proses pengerjaan beton atau adonan semen. Hindari pula pengaplikasian adonan semen untuk karpus (genteng nok) langsung di atas rangka baja ringan. Buat lapisan kedap air sebagai pembatas.
  3. Tergores
    1. Ketika lapisan yang menahan karat tergores maka baja akan berhubungan langsung dengan oksigen. Akibat pertemuan zat tersebut akan terjadi Reaksi Kimia antara udara dengan baja ringan yang dapat menghasilkan karat.
    2. Jadi saat terjadi kerusakan, sebagai contoh : akibat bekas sambungan yang terbuka atau pemotongan yang salah, secepat mungkin Anda lakukan pelapisan ulang. Lapis ulang permukaan dengan menggunakan cat. Jangan lupa untuk meminimalisasi kesalahan pasang sehingga muncul banyak luka di permukaan baja ringan.
  4. Larutan Asam
    1. Cairan bersifat asam sangat reaktif ketika bersentuhan dengan permukaan baja ringan. Coating atau lapisan antikarat dapat mengelupas dan menghasilkan karat. Larutan asam umumnya berada pada produk pembersih lantai dan keramik.

Jika Anda menanyakan ketahanan baja sebagai material konstruksi, Anda bisa melihat berbagai bukti konstruksi baja dari seluruh dunia. salah satu bukti dari ketahanan baja adalah Menara Eiffel di Paris. Menara Eiffel dibangun sejak tahun 1909 dan masih mampu berdiri secara kokoh dan kuat sampai sekarang. Ini berarti, baja akan mampu bertahan selama lebih dari seratus tahun dan dimungkinkan untuk mampu bertahan selama puluhan dekade lagi dengan perawatan yang memadai. Selain Eiffel, Menara Tokyo di Jepang juga merupakan bukti nyata dari kekuatan konstruksi baja. Menara tokyo sudah dibangun sejak tahun 1958 dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Baja adalah besi yang mengandung karbon dengan kandungan karbon 1,02 sampai 2,11 %C. Baja konstruksi bangunan memiliki sifat mekanik yang baik. Baja dikategorikan sebagai bahan non combustible sehingga tidak mudah terbakar, tetapi mampu menjadi penghantar panas yang baik. Baja banyak digunakan untuk konstruksi bangunan besar atau pun kecil. Selain itu, baja juga banyak dimanfaatkan untuk membangun jalan dan jembatan.

Sharing beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang kesalahan dalam memsang baja ringan yang bisa mengakitakan kecelakaan yang fatal

Pemasangan rangka atap baja ringan membutuhkan keahlian tersendiri. Diperlukan ketelitian dan kejelian dalam memasang setiap komponen rangka baja ringan agar bisa terpasang dengan baik dan benar. Kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kecelakaan yang fatal. Bahkan sampai atap bangunan mudah ambruk.

Kesalahan 1 : Dudukan Rangka Terpasang Miring

Pemasangan dudukan untuk atap baja ringan harus seimbang dan sama tinggi. Apabila tidak, maka kekuatan yang ditopang oleh dudukan tersebut menjadi tidak sama rata. Akibatnya rangka sewaktu-waktu bisa rubuh karena berat sebelah. Untuk mengetahui kedudukan yang seimbang, anda bisa menggunakan waterpass, tali, dan meteran.

Kesalahan 2 : Hanya Asal Komponen Rangka Terpasang

Rangka dari baja ringan merupakan produk industri yang sudah diperhitungkan desainnya secara matang. Rangka ini terdiri dari beberapa komponen terpisah yang dapat disatukan dengan merangkainya. Ketika ada sebuah komponen rangka yang tidak dipasang dengan tepat, hal ini akan berpengaruh terhadap kekuatan dan struktur dari komponen-komponen yang lainnya. Jadi sebelum proses pemasangan dilakukan, sebaiknya anda mempelajari rangka tersebut terlebih dahulu. Percayakanlah pemasangan rangka ini kepada tenaga ahli supaya mengerjakannya secara benar dan tidak asal terpasang.

Kesalahan 3 : Menggunakan Rangka yang Murahan

Produk-produk yang dijual dengan harga murah umumnya memiliki kualitas yang lebih rendah daripada produk yang mahal. Walaupun memperhitungkan anggaran pembangunan itu penting, tetapi lebih penting lagi mengutamakan kualitas suatu bahan. Rangka atap yang berkualitas rendah tentu tingkat keawetannya rendah pula. Kapan saja atap pun berisiko ambruk dan membahayakan penghuni rumah tersebut. Hendaknya anda beinvestasi memakai rangka atap baja ringan yang berharga mahal, memiliki kualitas terbaik, dan mempunyai daya tahan yang tinggi.

Kesalahan 4 : Memasang Perabot Gantung Terlalu Banyak

Rangka dari baja ringan ini memiliki kemampuan menahan beban dengan bobot sesuai spesifikasinya. Di samping menopang atap, disadari atau tidak rangka ini juga harus menahan beban dari perabot-perabot gantung yang dipasang di rangkanya. Sebagai contoh lampu gantung, kipas angin, kabinet, penghangat ruangan, dan lain-lain. Sehingga ketika anda ingin memasang benda-benda yang bertumpu dan mengandalkan kekuatan rangka atap baja ringan, pertimbangkan dengan masak terlebih dahulu.

Kesalahan 5 : Rangka Baja Ringan memang disertai lapisan yang menahan karat, Tapi

Pada saat pemasangan atap dilakukan, rangka seringkali terbentur atap secara tidak sengaja. Hal ini bisa mengakibatkan lapisan antikarat pada baja ringan terkikis. Selain itu, pengikisan lapisan antikarat ini juga bisa disebabkan oleh air hujan dengan pH asam yang tinggi. Uap air yang dibawa angin laut pun bersifat basa yang dapat menggerogoti lapisan antikaratnya. Jika sudah demikian, rangka pun bakal berkarat dan berkeropos. Usahakan pemasangan rangka ini dilakukan benar-benar rapat dan tertutup agar tidak gampang rusak.

Sharing tentang kelebihan yang didapat bila anda memilih Baja Ringan :

  • Beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya, seperti pondasi, dinding, kolom, menjadi lebih rendah. Hal ini dikarenakan bobot yang ringan dari jenis bahan ini.
  • Baja ringan tahan terhadap karat, rayap dan perubahan cuaca dan kelembaban.
  • Bila dibandingkan dengan rangka kayu atau baja konvensional, pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih cepat.
  • Baja ringan bersifat tidak merambatkan atau membesarkan api (non-combustible). Karena dalam baja ringan terdapat sistem proteksi khusus yang disebut fire resistanceyakni rakitan sistem struktur untuk membatasi penyebaran api pada suatu daerah atau kemampuan untuk secara menerus berperan menahan struktur ketika terpapar api.
  • Baja ringan juga tidak memiliki nilai muai susut sebagaimana material kayu.
  • Baja ringan lebih efisien dan ekonomis karena biaya pemeliharaan lebih kecil dan memiliki daya tahan lebih lama karena tidak terkena rayap dan tidak lapuk sehingga masa waktu manfaatnya menjadi lebih lama.

Jadi gunakan cara tepat dalam merawat dan menyimpan Baja Ringan untuk mendapatkan Kualitas yang baik

Purlin

Purlin1Purlin
Purlin adalah profil baja ringan hitensile dengan bentuk kanal c, mempunyai ukuran dan ketebalan tertentu

  1. Bahan Baku , G450 dan Z18

Bahan baku

Baja Hi – Ten dengan yield stress 450 Mpa lebih besar dari baja konvensional yang biasanya 240 Mpa.

Galvanis dengan taburan Zinc 180 gr / m2, memberikan jaminan keawetan dalam jangka panjang, baik untuk pemasangan outdoor maupun indoor

2. Dimensi

Dimensi

3. Holes ( Lubang Baut )

Holes

Dilengkapi Lubang untuk baut pada bagian tepi dan lubang untuk Sag Rod / Trekstang pada bagian tengah bentang.

Sag Rod adalah Penghubung gording yang satu dengan gording yang lain berfungsi untuk mencegah melengkungnya gording.

Sag Rod

Ikatan Angin berfungsi sebagai penghubung antara kuda – kuda yang satu dengan yang lain.

Ikatan angin

Gording pada struktur ini sebagai pengikat dengan penutup atap

Gording

Purlin dapat diaplikasikan untuk berbagai macam kebutuhan. Antara lain :

  1. Purlin digunakan sebagai Gording atap

Gording 1

Biasanya pada bangunan baja konvensional, material yang dipakai untuk gording dan dudukan cladding ( girts ) adalah besi CNP biasa. Dan biasanya komponen ini sering rusak / karatan. Contoh besi CNP yang rusak karena karatan :

CNPcnp2

C Purlin dipasang menempel pada cleat / bracket yang telah dilas pada rafter.

Koneksi prlin dengan plat menggunakan baut M12

rafter 1 rafter2 rafter3

Untuk mencegah buckling / puntir, biasanya diantara tumpuan pada rafter, purlin diberi pengaku yang sering disebut Sag Rod / Trekstang

sagrod1

 2. Purlin digunakan sebagai Girt / dudukan cladding

girts

C Purlin juga bisa diaplikasikan sebagai dudukan clading / girts. Sistem pemasangan sama dengan pemasangan gording. Sag Rod / Trekstang tetap dibutuhkan pada aplikasi tersebut.

3.Purlin digunakan sebagai Light Pre – Engineered Building ( Light PEB )

Screen Shot 2016-03-22 at 3.33.15 PMScreen Shot 2016-03-22 at 3.33.22 PM

Dikombinasikan dengan part lain ( mis. Bracket dan chemical angkur ), serta disukung software khusus, Purlin menjadi suatu konstruksi yang kuat, ringan dan dijamin kekuatan strukturnya

Keunggulan Sistem Pre – Engineered Cuilding

  • Mengurangi biaya total konstruksi melalui penggunaan baja galvanis hi – ten yang ringan dan kuat.
  • Kecanggihan software ShedPlus selain memberikan flesibilitas desain dengan banyak pilihan bentuk bangunan dan asesoris, juga mampu menyelesaikan perhitungan struktur dalam waktu singkat.
  • Menghasilkan gambar secara menyeluruh mulai dari denah, perhitungan teknis sampai rencana konstruksi bangunan dilapangan.
  • Seluruh komponen struktur di pre – punch dan diberi notasi dipabrik dan menggunakan baut untuk sambungannya, sehingga mempercepat waktu penyelesaian konstruksi dilapangan.
  • Mengurangi biaya logistik dan limbah dilapangan secara signifikan.
  • Mengurangi jumlah tenaga kerja untuk penyelesaian konstruksi dilapangan.
  • Seluruh komponen struktur menggunakan baja lapis Galvanis ( AS 1397, 2001 ) yang memberikan ketahanan terhadap korosi dan tidak memerlukan pengecatan lagi.
  • Software desain memenuhi peraturan bangunan australia dan indonesia beserta seluruh desain diverrifikasi oleh insinyur bersertifikasi ( certified engineer )

PEB

Penggunaan PEB

  1. Gudang
  2. Pabrik / workshop
  3. lapangan Futsal / gedung olah raga
  4. Kandang ayam
  5. Pasar
  6. Sekolah
  7. dan lain – lain

PEB1

Range Bangunan BKC

  1. Jarak bentangan : sampai 30 m ( tanpa kolom tengah )
  2. Tinggi portal : sampai 6 m
  3. Jarak portal : sampai 6 m
  4. Kemiringan atap : 5 derajat, 10 derajat, 15 derajat, 20 derajat dan 25 derajat

PEB3

Contoh pengaplikasian Produk

Purlin11 Purlin22

contact@tatalogam.com

 

 

 

 

Syarat yang harus dipenuhi dalam merencanakan Bangunan Rumah Tinggal

Persyaratan dan ketentuan Umum
Beberapa faktor dan syarat yang harus dipenuhi dalam merencanakan bangunan rumah tinggal adalah kekuatan, keawetan, keindahan dan kesehatan. Untuk lebih jelasnya bisa diuraikan sbb:
a. Kekuatan : suatu bangunan harus mempunyai konstruksi yang kuat untuk melindungi penghuni dari bahaya keruntuhan sehingga penghuni dapat merasakan ketentraman selama tinggal didalamnya.
b. Keawetan : bengunan seharusnya direncanakan agar berumur panjang, sebab yang kuat dan awet akan memberikan rasa aman dan tentram bagi penghuninya, untuk itu mendapatkan keawetan yang baik perlu diperhatikan jenis bahan yang digunakan, hanya memmperhatiakan standard mutu dan kualitas, serta cara pelaksanaan pekerjaan yang betul sesuai dengan prosedur yang benar. Selain itu untuk menambah keawetan perlu dipelihara dan dikontrol secara berkala terhadap kerusakan
– kerusakan bagian
– bagian yang harus diganti atau diremajakan.
c. Keindahan : Keindahan bangunan akan memberikan kebanggaan kepada penghuninya dan juga menambah nilai banguan tersebut . Untuk menjadikan bangunan indah, perlu diperhatiakan proporsi antara struktur dan organisasi ruang yang sesuai dengan fungsi bangunan.
d. Kesehatan : Perencanaan bangunan harus memperhatikan kebersihan dan
kesehatan lingkungannya, untuk menjaga kesehatan, maka faktor
-faktor yang harus diperhatikan adalah tersedianya pembuangan air kotor dan kotoran (sanitasi), pembungan sampah / limbah yang lain dan memperhatikan pencahayaan, penghawaan, suhu udara serta kelembaban dalam ruangan.
Persyaratan Pokok Rumah Yang Lebih Aman (Tahan Gempa)
Struktur sebuah bangunan rumah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Struktur bangunan bagian Atas, yaitu struktur bangunan yang berada diatas permukaan tanah, yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atap dan rangka bangunan
(dinding dan kolom) dan Struktur Bagian Bawah, yaitu struktur bangunan yang berada dibawah permukaan tanah yang dimaksud disini adalah pondasi, kedua struktur tersebut dalam pelalsanaannya harus memenuhi persyaratan sbb :
a. Kualitas bangunan yang baik
b. Keberadaan dan dimensi struktur yang sesuai
c. Seluruh elemen struktur utama tersambung dengan baik
d. Mutu pengerjaan yang baik
Screen Shot 2016-02-11 at 3.00.16 PM
Persyaratan Komponen Bangunan Rumah :
Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi rumah tinggal layak huni harus memenuhi minimal komponen kelengkapan bangunan sebagai berikut :
Screen Shot 2016-02-11 at 3.00.27 PM
Persyaratan Kualitas Bahan Bangunan
A.BAHAN BETON
1. Perbandingan isi campuran beton terdiri dari : 1 semen : 2 pasir : 3 kerikilCatatan: perlu diperhatikan penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental)
2. Ukuran kerikir yang baik 10 mm – 20 mm dengan gradasi yang baik
Screen Shot 2016-02-11 at 3.01.25 PM
B. BAHAN CAMPURAN ADUKAN (MORTAR)
Perbandingan isi untuk campuran adukan / mortar terdiri dari: 1 bagian semen : 4 bagian pasir bersih dan air secukupnya.
Screen Shot 2016-02-11 at 3.01.18 PM
C. BAHAN PONDASI
Pondasi terbuat dengan menggunakan batu belah / batu sungai yang keras dengan perekat campuran adukan 1 bagian pasir : 4 bagian semen
D. KAYU
Menggunakan kayu yang berkualitas baik, yaitu Kayu harus kering, tidak cacat, brewarna gelap, serat cukup rapat, tidak ada retak, berat dan lurus.
Persyaratan Struktur Utama dan Ukuran
Bangunan sebuah rumah harus mempunyai struktur rangka yang terdiri ataskolom, balok pengikat/sloof, dan balok
keliling/ringbalk yang terbuatdaribeton bertulang / kayu kelas 2 yang terletak di atas pondasi yang kuat
dan stabil. Selain itu sudut – sudut bangunan juga harus tersambung dengan dinding yang berfungsi sebagai penyekat ruangan. Agar bangunan rumah berkualitas baik (kuat) maka ukuran kolom, balok pengikat/sloof dan balok keliling/ringbalk harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan, untuk lebih jelasnya ukuran dan persyaratan struktur bangunan rumah dijelasan sebagai berikut:
PONDASI
Jika keadaan tanah cukup keras, fondasi batu dapat dibuat dengan
ukuran sebagai berikut :
Lebar atas pondasi minimal 30 cm
Lebar bawah pondasi minimum, 60 cm
Tinggi pondasi minimum 60 cm,
Jika keadaan tanah lunak, maka terlebih dahulu dilakukan perbaikantanah dasar dengan menggunakan timbunan tanah keras atau penguatantanah dasar dengan menggunakan trucuk (dimensi pondasi menyesuaikan
kondisi lapangan)
Screen Shot 2016-02-11 at 3.01.43 PM
Spesifikasi balok pengikat/sloof harus memenuhi persyaratan sebagaiberikut:
Balok pengikat / sloof dengan dimensi minimal 15 cm x 20 cm
Ukuran tulangan utama diameter 12 mm,
Ukuran tulangan begel diameter 8 mm
Jarak antar begel 15 cm.
Tulang sengkang harus dibengkokan dengan sudut 135°
Ketebalan selimut betonadalah 15 mm
Screen Shot 2016-02-11 at 3.01.54 PM
KOLOM
Spesifikasi kolom harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Ukuran Kolom minimal 15 cm x 15 cm;
Jarak antar kolom maksimum 3 meter;
Tulangan utama baja diameter 12 mm,
Tulangan begel baja diameter 8 mm
Jarak antar begel 15 cm,
Tulang sengkang harus dibengkokan dengan sudut 135°
Ketebalan selimut beton adalah 15 mm
Screen Shot 2016-02-11 at 3.42.05 PM
BALOK KELILING (RING BALK)
Spesifikasi balok keliling/ring balk harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
Ukuran balok keliling / ring balk minimal 12 cm x 15 cm;
Tulangan utama baja diameter 12 mm;
Tulangan begel baja diameter 8 mm
Jarak antar begel 15 cm.
Ketebalan selimut beton adalah 15 mm
Screen Shot 2016-02-11 at 3.42.15 PM
STRUKTUR ATAP
Spesifikasi struktur rangka atap harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Sopi – sopi /Ampig
Sopi – sopi /gunung – gunungan /ampig harus diberi kolom dan balok miring dari beton bertulang (sebagai bingkai) dengan dimensi 12 cm x 15 cm dan penulangan utama diameter 12 mm, tulangan begel diameter 8 mm, selimut beton 1 cm (sama dengan balok keliling /ring balk).
Ampig terbuat dari susunan bata yang direkatkan dengan campuran adukan 1 semen : 4 pasir dan diplester, diajurkan bahan ampig menggunakan bahan ringan seperti papan dan GRC utnuk meminimalisir akibat yang parah bila ampig roboh saat terjadi gempa
Screen Shot 2016-02-11 at 3.43.10 PM
Ikatan angin
Untuk memperkuat kerangka atap rumah terhadap pengaruh angin maka diperlukan ikatan angin pada kuda – kuda (rangka atap) dengan konstruksi
seperti gambar berikut :
Screen Shot 2016-02-11 at 3.43.20 PM
Screen Shot 2016-02-11 at 3.43.32 PM
Hubungan Antar Elemen Struktur
a. Hubungan Pondasi – Balok pengikat/sloof
Hubungan antara pondasi batu kali dengan balok pengikat/sloof harus
dipasang angkur besi diameter 10 mm dengan jarak maksimal 1 meter (lihat
gambar 8)
Screen Shot 2016-02-11 at 3.43.41 PM
Hubungan Balok Pengikat/Sloof – Kolom
Hubungan balok pengikat/sloof dengan kolom praktis harus ada tulangan
kolom lewatan/dibengkokkan ke sloof dengan panjang lewatan minimal 40 x
diameter (lihat gambar 9)
Screen Shot 2016-02-11 at 3.43.55 PM
Hubungan Kolom – Dinding
Hubungan kolom dengan dinding harus dipasang angkur dengan besi diameter minimal 10 mm dengan panjang minimal 40 cm setiap 6 lapis bata
(lihat gambar 10)
Screen Shot 2016-02-11 at 3.44.02 PM
Hubungan Kolom – Balok Keliling/Ringbalk
Hubungan antara kolom dengan balok keliling/ringbalk harus dibuat tulangan kolom dilewatkan ke balok ring dengan panjang lewatan minimal 40 x diameter besi tulangan (lihat gambar 10)
Screen Shot 2016-02-11 at 3.44.12 PM

Semua tentang konstruksi atap

Konstruksi rangka atap merupakan Suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk menyangga kontruksi atap yang terletak diatas kuda – kuda tersebut. Pada intinya, atap merupakan bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya terhadap cuaca baik panas maupun hujan. Fungsi rangka atap yang lebih spesifik adalah menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu beban kuda – kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi, serta dapat berfungsi untuk menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal.

Atap yang sudah biasa ditemuai dirumah – rumah di Indonesia pada umumnya menggunakan konstruksi kayu. belakangan ini marak penyedia konstruksi atap berbahan baja ringan. Untuk kedua konstruksi atap baik itu konstruksi atap baja ringan maupun kayu memiliki kelebihan masing – masing.

Berikut ini kami mengulas sekilas tentang perbandingan keduanya.

Struktur kuda – kuda baja ringan memiliki dimensi yang lebih tipis dibanding dengan kayu, mulai dari ketebalan 0,65 mm hingga 1 mm. Baja ringan termasuk jenis baja yang dibentuk setelah melalui proses dingin ( Cold Form Steel ). rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan atap baja ringan dan konstruksi sipil. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Ketebalan baja ringan untuk rangka atap yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4 – 1 mm.

Perhitungan kuda – kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda – kuda akan semakin pendek. Misalkan bila genteng memiliki bobot 40 kg / m2, jarak kuda – kuda atap baja ringan bisa dibuat menjadi 1.4 m. Sementara bila genteng memiliki bobot 7,5 kg / m2, maka jarak kuda – kuda atap baja ringan menjadi 1.2 m.

Namun atap baja ringan dengan atap kayu tidak bisa dibandingkan begitu saja karena masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta segi ekonomis yang berbeda – beda.

Pekerjaan rangka atap baja ringan merupakan pekerjaan merakit dan memasang struktur atap berupa rangka baja ringan yang dibentuk dan dilapisi anti karat. Rangka baja ringan berbentuk segitiga, trapesium dan persegi panjang terdiri dari :

  1. Rangka utama atas ( top chord )
  2. Rangka utama bawah ( bottom chord )
  3. Rangka pengisi ( web ). seluruh rangka tersebut disambung menggunakan baut menakik sendiri ( self drilling screw ) dengan jumlah yang cukup.
  4. Rangka reng ( roof batten / top span ) langsung dipasang diatas struktur rangka atap utama dengan jarak sesuai ukuran jarak genteng.

Untuk pekerjaan rangka atap baja ringan meliputi :

  1. Pengukuran bentangan bangunan sebelum dilakukan fabrikasi
  2. Pekerjaan pembuatan kuda – kuda dikerjakan di workshop permanen ( Fabrikasi )
  3. Pengiriman kuda – kuda dan bahan lain yang terkait proyek
  4. Penyediaan tenaga kerja beserta mempersiapkan alat / bahan lain yang dibutuhkan pada saat pengerjaan
  5. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda – kuda meliputi struktur rangka kuda – kuda ( truss ), balok tembok ( top plate / murplat ), reng, ikatan angin dan bracing ( ikatan pengaku )
  6. Pemasangan jurai dalam ( valley gutter )

 

 

Cara sederhana menghitung kebutuhan Baja Ringan

Cara sederhana menghitung baja ringan yang digunakan biasanya memakai rumus cosinus. Seperti :

A. Atap Pelana

Atap Pelana ialah model tipe atap rumah yang memiliki sisi miring hanya dibagian samping.

Samping kanan dan kiri segitiga adalah sisi yang di hitung, yang garis bawah hitam adalah oversteck atau gimbalan ( Biasanya ke depan dan ke samping, berarti ada 4 oversteck ) dan segitiga yang berwarna adalah gewel yang biasanya terbuat dari bata, sedang garis putih ditengah segitiga adalah tinggi gewel

Untuk cara perhitungannya :

Ketahui  tinggi segitiga atau gewel, biasanya untuk rumah pribadi. Untuk mengetahui tinggi gewel digunakan rumus 1/3 lebar + oversteck.

Misal rumah 7 m x 11 m dengan overstect 0,5 m disetiap sisi. Karena ada sisi depan dan belakang dan samping ada 2 yakni kanan dan kiri jadi.

7 + 0.5 + 0.5 = 8 m

11 + 0.5 + 0.5 = 12 m

Tinggal kita cari tinggi gewel

1/3 dari 8 adalah 2.66 m atau dengan cara menghitung dengan derajat

1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = 2.4 m

Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang 2.4 m

Hitung sisi miring gewel / segitiga

( 2.4 x 2.4 ) + ( 4 x 4 ) = 5.76 + 16 = 21.76 akar kuadrat 21.76 = 4.66 m

Penjelasan :

( 2.4 x 2.4 ) adalah tinggi gewel / segitiga ( gewel x gewel )

( 4 x 4 ) adalah setengah alas segitiga dikalikan sama ( Sa x Sa )

Sa = Setengah Alas

Tinggal dikalikan.

Sisi miring gewel x panjang rumah = ( 4.66 m x 12 m ) x 2 = 111.84

Total Luas Rumah adalah 111.84


 

Misal

Misalkan rumah diatas jarak kuda – kuda adalah 120 =1.2 m maka c yang dibutuhkan untuk membuat kuda – kuda adalah

Panjang rumah tanpa oversteck = 11 maka panjang dibagi jarak kuda – kuda= 11m / 1.2m = 9

9 x 4.66 ( sisi miring ) =41.94 ada dua sisi jadi dikali 2 maka 41.94 x 2 = 83.88

Ada sisi tumpuan kuda – kuda mengikuti lebar bangunan 8 x 9 = 72

Ada yang disebut cremona ( yang ada ditengah segitiga / gewel )

Dalam kasus ini kita asumsikan 14 m per kuda – kuda karena ada 9 jadi kita kalikan 9 x 14 m = 126

Sekarang tambahkan 83.88 + 72 + 126 = 281.88

Setiap C atau usuk yang dibeli dipasaran memiliki panjang 6 m. Jadi  281.88 atau kita bulatkan 282 / 6 = 47 C


 

Reng biasanya mengikuti jarak dari genteng.

Misalkan kita menggunakan Genteng beton flat, maka jarak Genteng flat yang umum saat ini sekita 0.32 m atau 32 cm.

Panjang bangunan adalah 12 m dan lebar pada suatu sisi adalah 4.66. Jadi kurang lebih begini perhitungannya 4.66 m x 0.32 m = 14,56 x 12 x 2 sisi = 394.44

Untuk reng panjangnya sama dengan C yakni 6 m per batang. Kita kalkulasi sekarang.

349.44 / 6 = 58.24 dibulatkan jadi 59 batang


Kita akan membandingkan perhitungan yang diatas dengan menggunakan perhitungan ini :

Panjang x lebar = 7 m + oversteck x 11 m + oversteck dengan 30 derajat. perhitungan hanya dengan mengalikan panjang x lebar / 30 derajat jadi  8 m x 12 m = 96 m2 : 0.866 = 110.85 m2

cosinus 30 = 0.866

cosinus 35 = 0.819

cosinus 40 = 0.766

cosinus 45 = 0.707

Mari kita gunakan rumah yang sama dengan diatas :

Panjang 11 m dan lebar 7 m dengan overstect 0.5 m setiap sisi dan dengan 30 derajat

Perhitungannya : 12 x 8 m x 1.3 = 124.80 m2


B. Atap Jurai

Sebenarnya hampir sam untuk perhitungan rangka atap model jurai ( Miring )

Talang Jurai

Pertama kali yang harus kita hitung ialah luas segitiga dan trapesium

Kita samakan panjang dan lebar dari bangunan diatas ialah 7 m x 11 m dengan oversteck 0.5 disetiap sisi dan ketinggian 30 derajat. maka perhitungannya seperti ini :

Sisi miring bangunan tersebut ialah 4.66 m jadi bisa kita simpulkan jurai  depan, jurai belakang, jurai kanan dan jurai kiri adalah 4.66 m2


 

Sekarang kita cari luas segitiga

Luas segitigan ada si sisi 2 dan 4

Rumus luas segitiga adalah 1/2 alas x tinggi

Tinggi dalam hal ini diambil alih oleh jurai. jurai yang dihitung tadi ketemu 4.66 sedangkan panjang bentangan ( Luas Rumah ) 8 m jadi 4 x 4.66 karena ada 2 sisi maka 18.4 x 2 = 37.28 m2


 

Luas Trapesium kita hitung dengan hitungan yang sama yaitu :

( Panjang bawah + panjang atas) / 2) x panjang jurai

Panjang bawah otomatis panjang bangunan + oversteck sedangkan panjang atas ( tengah ) yaitu panjang bangunan – lebar

12 m – 8 m = 4 m

Jadi (( 12 + 4 m)/2) x 4 .66 m x 2 74.56m2

Luas total adalah luas trapesium + luas semua segitiga =

74.56 m2 + 37.28 m2 = 111.84 m2

Semoga Informasi ini berguna buat anda


 

Ingat Bahwa setiap pemasangan baja ringan memerlukan perhitungan dan pemasangan yang tepat agar tidak menimbulkan runtuhnya atau patah terhadap baja ringan.