TV Ads 2001-2004 Flashback

Tahun 2001 merupakan awal bersejarah bagi perusahaan PT. Tatalogam Lestari, kami merupakan satu-satunya perusahaan genteng metal yang mempromosikan produk kami melalui media Televisi

MANTAP!

Kisah Juragan Sakura Roof

Sakura Roof

Anda pasti tidak asing lagi dengan genteng metal merek Multi Roof, Sakura Roof maupun Surya Roof. Tahukah Anda bahwa usaha pabrik genteng berbasis baja itu dimiliki oleh seorang wanita? Namanya Wulani Wihardjono Rismono, pemilik PT Tatalogam Lestari (TL). Selain genteng metal, TL juga memproduksi kuda-kuda baja ringan dengan merek Sakura Truss atau Biru Truss.

Wulani mengaku, membesarkan bisnisnya ini bersama sang suami, Yarryanto Rismono. Setelah suaminya kena PHK, mereka memutuskan membuka usaha sendiri. “Dulu saya juga bekerja di salah satu perusahaan minyak goreng,” kata mantan Direktur Eksekutif minyak goreng merek Vetco ini.



Perjalanan lulusan Fakultas Teknik Kimia Universitas Diponegoro ini juga menakjubkan. Prestasinya hingga menduduki posisi direktur eksekutif juga patut diacungi jempol. Sebagai seorang wanita, kala itu dia juga harus pandai membagi waktu. Selain pekerjaan, tentu saja keluarga membutuhkan perhatiannya. “Kalau ada waktu luang, pasti saya sempatkan menelpon anak-anak,” katanya. Bahkan, kadangkala dia menyempatkan makan siang bersama dua anaknya.
Kalau di karier, Wulani sama sekali tidak memandang gender yang melekat padanya. “Bagi saya lelaki atau perempuan sama saja,” kata dia. Toh, kapasitas otaknya tidak berbeda. “Kenapa mesti takut. Kita harus bisa berprestasi, meski wanita,” ia menegaskan. Maka itulah ia tidak pernah segan untuk berkutat dengan pekerjaan. Bahkan, bekerja sampai 12 jam sehari. “Biasanya kan orang maunya yang nyaman. Mau yang normal saja,” imbuhnya. Itulah sebabnya, karier Wulani terus melesat ketika bekerja di Vetco.

Wulani memang punya jiwa kompetisi tinggi. Buktinya, dia rela keluar dari Vetco untuk membesarkan TL. Padahal gajinya kala itu (tahun 1994-an) sudah Rp 13,5 juta per bulan. Sementara di perusahaan yang dirintisnya (TL) gaji Wulani cuma Rp 3,5 juta. “Saya tidak mau terus-terusan di zona nyaman,” jelas kelahiran 27 Mei 1952 ini menjelaskan alasannya berani bertaruh dengan pendapatan lebih kecil, itu.
Sebagai seorang wanita, Wulani justru merasa beruntung. Keadaan wanita yang memiliki sifat lembut, penuh dengan perasaan membuatnya makin mudah mengembangkan diri. “Dengan lemah-lembut sesuatu yang keras bisa lunak. Wanita memiliki banyak advantage,” ia menerangkan. Hal itulah yang membuat dirinya menjadi mudah bersaing dengan dunia laki-laki. “Ya memang tidak lazim wanita mengurusi bangunan. Tapi buktinya saya bisa,” dia memberi semangat.

Dia menuturkan, bila ingin berhasil, seorang wanita haruslah kreatif. “Bahkan, siapa pun tidak melulu wanita. Karena dasarnya wanita dan pria itu sama,” tegasnya lagi. Perempuan yang gemar merangkai bunga, melukis dan menulis puisi ini mengaku sering jalan-jalan untuk menumbuhkan kreatifitasnya. Dia juga tidak suka sesuatu yang rutin. “Saya tidak mau hanya dibebani pekerjaan yang rutin, karena tidak bisa kreatif,” ungkap Wulani lagi.
Tidak itu saja, Wulani juga bilang semangat untuk bisa unggul dibanding orang lain juga harus dipelihara. Keberanian untuk berkompetisi mutlak diperlukan untuk meraih sukses. “Saya juga tidak pernah memikirkan uang saat bekerja.

Kalau pekerjaan bagus, uang akan datang dengan sendirinya,” kata lulusan Manajemen Strategi PPM, Jakarta, itu.Meski demikian, Wulani juga tidak merasa lebih superior dibanding lelaki. Menurutnya, lelaki harus dihormati sebagai kepala rumah tangga. “Kita juga jangan mau diposisikan di bawah laki-laki melulu. Perempuan harus tahan banting dan pandai melihat peluang,” ia berpesan. (SWA)