Kriteria Rumah Sehat

Kriteria Rumah Sehat harus memiliki beberap komponen yaitu :


 

  1. Pondasi yang kuat guna meneruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan dan merupakan kontruksi penghubung antara bangunan dengan tanah.
  2. Lantai kedap air dan tahan air, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air untuk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu.
  3. memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai.
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar serta menjaga kerahasiaan ( privacy ) penghuninya.
  5. Langit – langit untuk menahan dan menyerap pansanya matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gypsum
  6. Atap rumah yang berfungi sebagai penahan sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.

Kepadatan Hunian

  1. Luas kamar tidur minimal 8 meter persegi dan tidak dianjurkan untuk lebih dari 2 orang untuk tidur

Penyediaan air

  1. Tersedia sarana penyedia air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter  per orang setiap harinya
  2. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan / atau air minum menurut PEMENKES 416 Tahun 1990 dan KEPMENKES 907 Tahun 2002.

Pembuangan Limbah

  1. Limbah cair yang berasal dari rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah
  2. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah

Bahan Bahan Bangunan. Tidak terbuat dari bahan – bahan yang melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan, anatara lain :

  1. Debu total kurang dari 150 mg  per meter persegi
  2. Asbestor kurang dari 0,5 serat per kubik, per 24 jam
  3. Timbal ( Pb ) kurang dari  300 gr per Kg bahan
  4. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen
  5. Komponen dan penataan ruangan
  6. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
  7. Dinding rumah memiliki ventilasi, dikamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan
  8. langit – langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
  9. Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petirnya
  10. Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya
  11. Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap

Pencahayaan

  1. Pencahayaan alam dan / atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi

Syarat syarat Rumah Sehat :


 

  • Lantai

Ada berbagai jenis lantai seperti : Ubin, keramik atau cukup tanah yang dipadatkan. penting disini bahwa lantai tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak becek pada musim hujan karena kedua hal tersebut merupakan sarangnya penyakit

  • Atap

Atap genteng bisanya digunakan didaerah perkotaan maupun pedesaan. Disamping itu atap genteng sangat cocok untuk daerah tropis dan terjangkau oleh masyarakat serta bahkan masyarakat bisa membuatnya sendiri. Bila atap seng maupun asbes  tidak cocok untuk rumah pedesaan, disamping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah

  • Ventilasi

Fungsinya :

  1. Menjaga agar aliran udara didalam rumah tersebut tetap segar.
  2. Membebaskan udara ruangan dari bakteri – bakteri terutama bakteri patogen karena disitulah selalu terjadi aliran udara yang teus menerus, bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir
  3. Untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap didalam kelembapan ( humidity ) yang optimum.

Ada 2 macam ventilasi :

  • Ventilasi yang alami

Dimana aliran udara pada ruangan terjadi secara alamiah  melalui jendela, pintu lubang angin, lubang lubang pada dinding dan sebagainya

  • Ventilasi yang buatan

Menggunakan alat alat khusus untuk mengalirkannya seperti kipas angin dan mesin pengisap udara

  • Cahaya

Rumah sehat memerlukan pencahayaan yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.

Cahaya dapat dibedakan menjadi 2 :

  • Cahaya yang alami

Yakni matahari,  Cahaya ini sangat penting karena membunuh bakteri patogen didalam rumah

  • Cahaya buatan

Yakni menggunakan sumber cahaya yang bukan alami seperti lampu minyak tanah, listrik dan api

  • Luas Bangunan Rumah

Luas bangunan rumah sehat harus cukupo dengan penghuni yang ada didalamnya artinya luas lantai bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya

  • Fasilitas fasilitas didalam rumah sehat :
  1. Penyediaan air bersih yang cukup
  2. Pembuangan limbah
  3. Pembuangan tinja
  4. Pembuangan sampah
  5. Fasilitas dapur
  6. Ruang berkumpul keluaraga
  7. Dan untuk rumah dipedesaaan lebih cocok adanya serambi

 

Domus ( Rumah Permanent Instant )

Beberapa fakta dalam membangun rumah yang ditemui sekitar kita :

Keinginan membangun rumah lebih cepat dengan harga terjangkau sangat diminati, banyak penawaran yang menjanjikan yang diberikan beberapa pengembang tentang design rumah yang sederhana / minimalis hanya kembali kita bertanya, “apakah dengan harga yang murah kita bisa mendapatkan rumah yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan kita” ?. Mungkin banyak pertanyaan didalam benak kita, Apakah benar rumah itu layak Ditempati, Aman, Indah dan Hemat ? Banyaknya kasus tentang atap rumah roboh karena rangka atapnya tidak memiliki standar yang jelas menjadi suatu bahan pertimbangan kita. Bila kita cermati dengan baik dan bijak kejadian robohnya suatu rangka atap banyak faktor utamanya seperti :

  1. Kesalahan perencanaan. Bisa karena perencananya kurang kompeten atau gambar perencanaannya kurang detil dan lengkap.
  2. Kesalahan pelaksanaan. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan.
  3. Ketentuan proyek yang tidak jelas. Kurangnya komunikasi antara pemilik dan pengembang akan menyebabkan berbedanya ekpektasi pemilik awalnya dengan yang dihasilkan.
  4. Lokasi yang berisiko. Daerah rawan gempa, longsor atau angin kencang bila tidak dilakukan perhitungan dengan tepat akan menyebabkan bangunan ambruk.
  5. Material yang tidak bermutu. Baja ringan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis dan beban yang ditahan bisa menyebabkan pula atap ambruk.
  6. Kesalahan pemakaian. Beban yang tidak sesuai dengan rencana dan fungsinya bisa menyebabkan ambruknya atap.

 

Karena  fungsi struktur rangka atap sangat vital yaitu sebagai peyangga  beban di atasnya maka dari itu anda  harus yakin dan pasti memilih tukang atap baja ringan (aplikator) yang terlatih dan bisa bekerja dengan benar, memasang rangka atap baja ringan sesuai dengan kaidah-kaidah struktur.

Hindarilah beberapa kesalahan diatas bila anda selalu berpikir ingin murah yang berdampak merugikan anda kedepannya, karena rumah yang anda bangun merupakan tempat tinggal yang memberikan rasa aman bukan ketakutan yang berdampak psikologis kepada pikiran anda.

Kehadiran DOMUS memiliki beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan anda sebagai Rumah Permanent Instant karena :


 

  • KUAT

Rangka Bangunan ini, Kolom Praktis dan rangka atap, menggunakan baja ringan dari PT. Tatalogam Lestari sebagai produsen terbesar di Indonesia yang telah memiliki pengalaman selama puluhan tahun dengan reputasi terbaik di Indonesia. Kombinasi dinding bata ringan, genteng metal dan material berkualitas lainnya sehingga menjadikan DOMUS sebagai bangunan permanen yang kuat dan tahan gempa !

  • CEPAT

Proses pengerjaan DOMUS telah melalui perencanaan matang baik dari penentuan bahan, pengadaan material, tahap perakitan dan pemasangan, pembagian kerja tukang sesuai keahliannya beserta menggunakan manajemen waktu yang terukur dan sistematis didalam satu sistem PAKET SIAP PASANG !

  • HEMAT

Penghematan terjadi terhadap biaya bahan dengan meminimalisir bahan sisa yang terbuang, hal ini membantu penghematan waktu !. Penggunaan 4 ( emapat ) orang tukang yang terlatih, proses penyiapan lahan, perakitan, pembangunan hingga finishing sebuah rumah tipe 29 dapat dibangun dengan waktu 5 ( lima ) hari !

  • INDAH

Kualitas material yang baik memberikan rasa tanggung jawab pada hasil pekerjaan yang maksimal, dengan menambahkan sentuhan artistik membuat produk yang indah sehingga dapat memuaskan konsumen.


 

Untuk info lebih lanjut tentang DOMUS ( Rumah Permanent Instant )

contact us : contact@tatalogam.com atau kunjungi website kami : www. tatalogam.com

 

 

 

Pameran Tanggal 18 – 22 November 2015

BANNER_pameran

Perkembangan Properti dengan MURAL menghadirkan berbagai macam pencitraan visual dan berbagai pemaknaannya


 

MURAL berasal dari kata ‘ murus ’, kata dari Bahasa Latin yang memiliki arti dinding. Dalam pengertian kontemporer, mural adalah lukisan berukuran besar yang dibuat pada dinding (interior ataupun eksterior), langit-langit, atau bidang datar lainnya. Akar muasal mural dimulai jauh sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Sejumlah gambar prasejarah pada dinding gua di Altamira, Spanyol, dan Lascaux, Prancis, yang melukiskan aksi-aksi berburu, meramu, dan aktivitas religius, kerapkali disebut sebagai bentuk mural generasi pertama.
MURAL mulai berkembang menjadi mural modern di tahun 1920-an di Meksiko dengan pelopornya antara lain Diego Rivera, Jose Clemente Orozco, dan David Alfaro.
Tahun 1970-1990 Mural mulai memperlihatkan eksistensinya adalah Jean-Michel Basquiat , graffitinya di sudut-sudut kota dan stasiun di New York, dengan tulisan S.A.M.O. sebagai identitas. Hal ini kemudian menginspirasi banyak seniman lain untuk berkarya di ruang publik. Salah satu seniman yang terpengaruh adalah Keith Haring yang kemudian banyak mengerjakan dan dianggap sebagai seniman mural selama kariernya (Sentoso, 2003).
MURAL di Indonesia sudah ada sejak zaman perang kemerdekaan. Pada saat itu, para pejuang mengekspresikan keinginannya melalui graffiti. Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan di dinding menjadi paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu (Gusman, 2005).

Kehadiran DOMUS beserta MURAL melengkapi konsep rumah idaman yang Kuat, Cepat, Hemat, dan Indah. Tidak ada yang pernah berpikir bahwa membangun rumah hanya membutuhkan waktu singkat. Dengan kehadiran DOMUS merupakan bukti nyata keseriusan PT. Tatalogam Lestari menjawabnya. Hal utama yang terletak pada PERENCANAAN yang matang, MATERIAL yang tepat serta TEKNIK pengerjaan yang benar, efektif dan efisien.